Dosen FE USM Latih Pelaku Usaha Mikro di Tlogomulyo Kelola Keuangan Secara Efektif

InShot_20260531_091437042
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (FE USM) menggelar pelatihan pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha mikro di Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jumat, 22 Mei 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya FE USM dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu mengelola keuangan usaha secara lebih tertib, sederhana, dan efektif guna mendukung perkembangan usaha yang berkelanjutan.

Tim PkM FE USM dipimpin oleh Laurene Istiyawari, S.E., M.M. dengan anggota Dr. Paulus Wardoyo, M.M., Dr. Wyati Saddewisasi, S.E., M.Si., dan Dr. Djoko Santoso, M.Si.

Ketua Tim PkM, Laurene Istiyawari, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha mikro dalam mengelola keuangan usaha sehingga dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang, Galang Kekuatan ASN Bantu Pekerja Rentan

“Pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan usaha. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu para pelaku usaha mikro agar mampu melakukan pencatatan keuangan secara sederhana namun tetap efektif,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pembukuan sederhana, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengelolaan modal usaha, hingga cara menghitung keuntungan usaha.

Selain penyampaian teori, peserta juga diajak mempraktikkan langsung pencatatan keuangan melalui studi kasus yang disesuaikan dengan kondisi usaha mikro.

Metode ini dilakukan agar materi lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Tak hanya itu, tim dosen FE USM juga mengenalkan konsep Break Even Point (BEP) atau titik impas sebagai dasar dalam menentukan target penjualan dan perencanaan usaha yang lebih terukur.

Baca Juga:  Bimo, Direktur Semarang Zoo Ungkap Harimau Benggala Merupakan Strategi Konservasi

Laurene menjelaskan, kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan menjadi bahan diskusi selama sesi pelatihan berlangsung.

“Peserta sangat aktif bertanya dan berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola usaha. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap edukasi pengelolaan keuangan,” katanya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat membantu pelaku usaha mikro di Kelurahan Tlogomulyo menjadi lebih disiplin dalam mengatur arus kas, mengelola modal, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

“Melalui kegiatan ini kami menunjukkan komitmen untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal melalui edukasi serta pendampingan bagi pelaku usaha mikro,” jelasnya.

Baca Juga:  Stabilkan Harga Beras yang Tinggi, Gubernur Jatim Gencarkan Operasi Pasar

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Lurah Tlogomulyo, Puryono, yang hadir sekaligus memberikan apresiasi kepada tim dosen FE USM atas kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.

Menurut Puryono, pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha mikro agar memiliki kemampuan mengelola keuangan secara lebih baik dan mampu mengembangkan usaha secara terarah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga, khususnya pelaku usaha mikro. Dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang baik, diharapkan usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga maupun lingkungan sekitar,” ungkapnya.***(bgy)