Bimo, Direktur Semarang Zoo Ungkap Harimau Benggala Merupakan Strategi Konservasi

InShot_20260129_002230698
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Direktur PT Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengungkapkan bahwa Harimau benggala (Panthera Tigris Tigris) yang tersisa merupakan salah satu strategi konservasi.

Bimo menjelaskan, semua harimau Semarang Zoo merupakan hasil pembiakan yang telah lama. Dengan demikian, butuh indukan atau pejantan baru agar anakan harimau tidak cacat dan berisiko mati sebelum dewasa.

“Jadi memang sengaja kita kosongkan kandangnya, kita tukar dengan beberapa satwa baru seperti kapibara, sitatunga dan sebagainya,” kata Bimo saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu, 28 Januari 2026.

Baca Juga:  Guru ASN SMP Satap Hule Omesuri NTT Diduga Tikam Warga, Kades Leubatang Minta Kapolres Lembata Usut Tuntas Dan Tindak Tegas Pelaku ‎

Bimo mengatakan, warna bulu Harimau yang agak pucat atau putih merupakan faktor inbreeding (Perkawinan Sedarah) sehingga bermasalah secara genetik.

Selain itu, inbreeding juga berpotensi pada cacat seperti jantung susah berkembang, tidak mau makan dan sebagainya.

Selain itu, lanjutnya, Bimo ingin Semarang Zoo juga memiliki spesies Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).

Baca Juga:  HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Hotel Rooms Inc Semarang Luncurkan Promo Spesial Paket Kuliner Hemat Selama Bulan Agustus 

“Jadi memang sengaja kita kosongkan kandangnya. Nanti kita cari Harimau Sumatra untuk menambah koleksi satwa Semarang Zoo,” jelasnya.

Ia menilai, konservasi merupakan sebuah kewajiban dari semua lembaga konservasi. Oleh karena itu, pihaknya akan terus berupaya menyediakan kandang untuk mendatangkan satwa baru.

“Karena setiap lembaga konservasi punya kewajiban untuk mengembangbiakkan, jadi kita bisa minta dengan cara hibah atau tukar menukar satwa,” urainya.

Selain harimau, ia juga menyoroti nasib tiga ekor orangutan Kalimantan yang belum bisa dikembangbiakkan karena tidak ada betina di Semarang Zoo.

Baca Juga:  Warga Sambut Baik Kebijakan Dana Operasional 25 Juta per RT Dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang

“Nah, masih ada juga tiga orangutan jantan di sini, ini harus kita pikirkan jodohnya, kalau bisa yang dua ditukar dengan betina,” ungkapnya.

Terkait beredarnya kabar tak sedap di media sosial. Ia mengaku tidak mau mengambil pusing hal itu karena sebuah pekerjaan memiliki disiplin ilmu yang berbeda, “Kita kan bekerja pake ilmu. Jadi tidak perlu pusing memikirkan isu,” tegasnya.***