Istimewa! LKP atau LPKS Toety Production Semarang Buka Pelatihan Instruktur Senam Aerobik Gratis Mandiri Tanpa Dana Pemerintah

InShot_20260129_010458674
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Lembaga Kursus dan Pelatihan atau Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LKP/LPKS) Toety Production Semarang yang berlokasi di Jl.Tumpang 1/59 Gajahmungkur, Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga dan kebugaran dengan menggelar Pelatihan Instruktur Senam Aerobik Gratis Mandiri, setiap hari Sabtu dan Minggu.

Seperti yang sudah dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, tanggal, 24-25 Januari 2026 lalu, LKP/LPKS Toety Production dengan program Gratis Mandiri ini merupakan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan secara mandiri oleh lembaga tanpa bantuan dana dari pemerintah.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian LKP/LPKS Toety Production kepada masyarakat, sekaligus dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mencetak instruktur senam profesional, membuka lapangan pekerjaan, serta membantu mengurangi angka pengangguran.

Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak instruktur senam yang kompeten dan profesional, sehingga para lulusan nantinya dapat bekerja sebagai pelatih atau guru senam di wilayah masing-masing.

Baca Juga:  Tekan Inflasi, Mbak Ita Minta Semua Pihak Ikut Monitor Harga Bahan Pokok

Program ini juga sebenarnya selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota Semarang, di mana terdapat program Bantuan Dana RT sebesar Rp 25 juta per RT per tahun.

Dalam program tersebut, harusnya terdapat alokasi anggaran untuk tenaga ahli kegiatan olahraga di setiap RT se-Kota Semarang, yang nantinya banyak dimanfaatkan untuk honor guru senam di lingkungan RT.

Jika dana bantuan dari Wali Kota Semarang tersebut dapat digunakan untuk kegiatan tersebut, LKP/LPKS Toety Production tentu akan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut bergerak bersama, membantu menyiapkan instruktur senam yang siap kerja, percaya diri, dan bangga dengan profesinya.

“Dengan adanya program dari Wali Kota Semarang ini, lembaga kursus seperti kami tentu wajib ikut membantu dan bergerak bersama demi kemajuan bersama, terutama untuk para instruktur senam agar semakin percaya diri karena peluang kerja semakin luas,” ungkap Kadartiastuti, pemilik LKP/LPKS Toety Production Semarang.

Baca Juga:  Supriyadi, Manager Tim DPD Banteng Jawa Tengah Optimis Lolos di Laga Semi Final Liga Soekarno Cup 2025 

“Ya kami berharap dengan adanya dana bantuan tersebut juga dapat digunakan untuk keperluan kegiatan senam di lingkup RT, tetapi meski demikian, walau tidak adanya bantuan dari pemerintah, kami akan tetap semangat untuk terus mengembangkan lembaga kursus ini,” imbuhnya.

Perlu diketahui bahwa, LKP/LPKS Toety Production sendiri merupakan lembaga kursus dan pelatihan yang telah meraih peringkat kinerja B dari Kementerian Pendidikan RI serta terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional PNFI.

Lembaga ini terus berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kota Semarang dan Indonesia pada umumnya.

Prestasi lembaga ini juga terlihat dari para lulusannya, yang tidak hanya bekerja di dalam negeri, tetapi juga telah menembus dunia internasional.

“Alhamdulillah, lulusan kami ada yang bekerja di Dubai sebagai instruktur senam dan yoga. Ini membuktikan bahwa sertifikasi dari LKP kami juga bermanfaat untuk mendapatkan pekerjaan di tingkat internasional,” jelasnya.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Terima Perwakilan Buruh, Siapkan Usulan UMK Minimal 3,7 Juta dan Pastikan Ada UMSK

Selain pelatihan instruktur senam aerobik, LKP/LPKS Toety Production juga telah menggratiskan berbagai program pelatihan lainnya untuk masyarakat umum, seperti BL Stick, Line Dance, Yoga Art, dan ke depan akan menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Aquarobik Gratis Mandiri pada April 2026 khusus untuk alumni jurusan BL & Aerobik.

Untuk program jangka panjang, LKP/LPKS Toety Production juga merencanakan kembali Pelatihan Instruktur Aerobik Gratis Mandiri sekitar Mei 2026.

“Bismillah, semoga para lulusan kami mampu bersaing di dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta dapat berwirausaha secara mandiri dengan mendirikan studio senam sendiri. Itu menjadi tujuan akhir keberhasilan kami dalam mendidik dan mencetak instruktur senam, tari, dan yoga secara profesional dan proporsional,” pungkas Kadartiastuti.***