Miranda dan Haizul Ma’arif Wisudawan Terbaik Universitas Semarang Raih IPK 4.00

InShot_20250831_044410917
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Meraih IPK 4.00, dua mahasiswa, yakni Miranda Fuji Larasati IPK 4,00 dari Program Studi S1 Manajemen dan Haizul Ma’arif IPK 4,00 (S2 Hukum) dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi dalam Upacara Wisuda Ke-73 Universitas Semarang Program Diploma, Sarjana dan Magister, di Auditorium Ir Widjatmoko dan Auditorium Prof Dr Muladi SH, belum lama ini.

Wisudawan terbaik lain adalah Devinta Yemima Christianto IPK 3,97 (D III Manajemen Perusahaan), Sultan Fariz Alfaba IPK 3,91 (S1 Ilmu Hukum), Nandita Zahra Yulcrisa IPK 3,62 (S1 Akuntansi), Pradikky Ajie Nasukha IPK 3,78 (S1 Teknik Sipil), Novata Dwi Wahyudi IPK 3,88 (S1 Teknik Elektro), dan Vina Zakiatul Khusna IPK 3,98 (S1 Perencanaan Wilayah dan Kota).

Baca Juga:  Kota Semarang Raih Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pendidikan dari Kemendagri

Selanjutnya, Febriana Nuriya Safitri IPK 3,63 (S1 Teknologi Hasil Pertanian), Eva Nur Zakia IPK 3,81 (S1 Psikologi), serta Jansnio Asher IPK 3,93 (S1 Sistem Informasi), Ahmad Miftahul Ulum IPK 3,91 (S1 Teknik Informatika), Deva Andara Putri IPK 3,90 (S1 Ilmu Komunikasi), Cesar Figo IPK 3,94 (S1 Pariwisata), Vika Arni Guspitasari IPK 3,93 (S2 Manajemen), dan Umar Diharja IPK 3,90 (S2 Psikologi).

Wisuda yang diikuti 787 wisudawan tersebut dihadiri antara lain Pembina Yayasan Alumni Undip, Ir. Soeharsojo IPU, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, S.E., M.M., Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T., Senat Universitas Prof. Dr. Hardani Widhiastuti, M.M., Psikolog.

Dalam sambutannya mewakili wisudawan, Miranda mengatakan, wisuda bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal perjalanan yang sesungguhnya di tengah masyarakat.
Gelar yang didapat saat ini adalah amanah yang harus dijaga dengan integritas, dedikasi, dan penuh kontribusi nyata.

Baca Juga:  Meriahkan Hari Kemerdekaan ke-79 Mbak Tika Ajak Pelaku UMKM Lomba Makan Kerupuk

”Perlu kita renungkan bersama bahwa ilmu yang kita dapatkan bukanlah untuk meninggikan diri. Janganlah kita jadikan ilmu sebagai alat untuk menghina, mengintimidasi, menyalahgunakan, apalagi sampai untuk menipu orang lain,” kata Miranda.

“Sebaliknya, ilmu adalah cahaya yang seharusnya menerangi, menuntun langkah dan menjadi jalan pengabdian bagi sesama,” imbuhnya.

Dia minta ilmu yang telah didapat dari bangku kuliah di USM agar bermanfaat kebaikan serta keberkahan bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga masyarakat luas.

”Saya mewakili teman-teman wisudawan menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada orang tua, wali kami, dan keluar besar kami yang menjadi support kami didalam melangkah sampai saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Apresiasi Kerjasama Majelis Hukama Muslimin, PB Nahdhatul Ulama, dan PP Muhammadiyah Terkait Kondisi Kemanusiaan Akhir-Akhir Ini

“Keringan dan perjuang kalian adalah alasan kami berdiri di sini hari ini. Terimalah ilmu dan gelar kami sebagai hadiah sederhana atas pengorbanan kalian,” ujarnya.

Ungkapan yang sama juga ditujukan kepada pimpinan USM mulai dari Rektor dan jajarannya, dekan, dosen dan seluruh civitas akademika USM.

”Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras serta inspirasi yang telah membentuk kami menjadi insan lulusan terbaik. Untuk teman-teman, terima kasih atas tawa, air mata, dan kerja keras yang pernah kita lalui bersama,” katanya.

“Semoga kenangan yang kita lalui akan selalu mejadi bagian-bagian cerita dari perjalanan hidup kita,” ungkapnya.***(bgy)