Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang Gelar Rapat Konsorsium FIND4S

InShot_20250901_133514558
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (USM) menjadi tuan rumah dalam kegiatan Training to Enhance The Study Program Capacity and Improve The Accreditation Status, sekaligus Rapat Koordinasi Konsorsium FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food System in Indonesia) yang berlangsung di Ruang Teleconference, Lantai 8, Gedung Menara USM, baru-baru ini.

Kegiatan yang dibuka Wakil Rektor II USM, Dr. Titin Winarti, S.Kom., M.M. itu dihadiri dekan, kaprodi, serta PIC-7 Universitas anggota FIND4S yaitu Universitas Semarang, Universitas Diponegoro, Universitas Karangturi, Universitas PGRI Semarang, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas Tidar, dan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Siapkan City Archive dan Museum Bahari untuk Lestarikan Sejarah

“Kegiatan ini merupakan monumental kerja sama konsorsium tujuh perguruan tinggi yang didalamnya ada program studi teknologi pangan, yang mereka membentuk satu konsorsium yaitu FIND4S,” ucap Prof. Dr. nat. tech. Siswo Sumardiono, S.T., M.T.

Baca Juga:  Pascasarjana USM Lepas 119 Lulusan, Pendidikan Fleksibel Jadi Bekal Hadapi Perubahan Zaman

“Bekerja sama dengan Erasmus Mundus di Eropa untuk mendapatkan pendanaan dalam rangka mengawal manajemen mutu, kompetensi lulusan dan untuk capacity program studi. Harapannya program studi dikawal lebih baik dengan kerja sama untuk bisa terakreditasi unggul bahkan terakreditasi internasional,” jelasnya.

Pengelolaan manajemen perguruan tinggi dan program studi menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut.

“Kita bahas terkait pengelolaan manajemen perguruan tinggi dan program studi, bagaimana kaprodi menyiapkan, mendesain program seperti apa, program-program yang harus disiapkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Tantang Anak Muda Ciptakan Board Game Khas Semarangan, Wali Kota Semarang Ingin Memperkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

“Sehingga nantinya program studi ini bisa memperoleh lulusan dengan kualitas harapan sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan dan bisa mendapatkan akreditasi unggul bahkan internasional,” ungkapnya.

Dia berharap, melalui kerja sama tersebut, menjadi langkah strategis untuk membuka peluang lebih luas bagi pengembangan program studi teknologi pangan di Indonesia menuju pengakuan bertaraf internasional.***(bgy)