Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang Gelar Rapat Konsorsium FIND4S
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (USM) menjadi tuan rumah dalam kegiatan Training to Enhance The Study Program Capacity and Improve The Accreditation Status, sekaligus Rapat Koordinasi Konsorsium FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food System in Indonesia) yang berlangsung di Ruang Teleconference, Lantai 8, Gedung Menara USM, baru-baru ini.
Kegiatan yang dibuka Wakil Rektor II USM, Dr. Titin Winarti, S.Kom., M.M. itu dihadiri dekan, kaprodi, serta PIC-7 Universitas anggota FIND4S yaitu Universitas Semarang, Universitas Diponegoro, Universitas Karangturi, Universitas PGRI Semarang, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas Tidar, dan Universitas Muhammadiyah Semarang.
“Kegiatan ini merupakan monumental kerja sama konsorsium tujuh perguruan tinggi yang didalamnya ada program studi teknologi pangan, yang mereka membentuk satu konsorsium yaitu FIND4S,” ucap Prof. Dr. nat. tech. Siswo Sumardiono, S.T., M.T.
“Bekerja sama dengan Erasmus Mundus di Eropa untuk mendapatkan pendanaan dalam rangka mengawal manajemen mutu, kompetensi lulusan dan untuk capacity program studi. Harapannya program studi dikawal lebih baik dengan kerja sama untuk bisa terakreditasi unggul bahkan terakreditasi internasional,” jelasnya.
Pengelolaan manajemen perguruan tinggi dan program studi menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut.
“Kita bahas terkait pengelolaan manajemen perguruan tinggi dan program studi, bagaimana kaprodi menyiapkan, mendesain program seperti apa, program-program yang harus disiapkan,” ujarnya.
“Sehingga nantinya program studi ini bisa memperoleh lulusan dengan kualitas harapan sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan dan bisa mendapatkan akreditasi unggul bahkan internasional,” ungkapnya.
Dia berharap, melalui kerja sama tersebut, menjadi langkah strategis untuk membuka peluang lebih luas bagi pengembangan program studi teknologi pangan di Indonesia menuju pengakuan bertaraf internasional.***(bgy)
