Wali Kota Semarang Tinjau Lokasi Longsor di Kalialang, Pastikan Warga Terdampak Aman

InShot_20260509_201028088
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti turun langsung meninjau lokasi tanah longsor di kawasan Kalialang, Kecamatan Gunungpati, Selasa, 5 Mei 2026.

Kehadiran Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu di lokasi menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak bencana.

Dalam kunjungannya, Agustina menyapa warga, mendengarkan keluhan mereka, sekaligus memastikan proses penanganan berjalan cepat dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Yang paling penting saat ini warga dalam kondisi aman. Kami tidak ingin penanganan ini berlarut. Apa yang bisa dilakukan di tingkat kota, langsung kami kerjakan agar warga tidak harus menunggu,” ujar Agustina.

Baca Juga:  USM Sosialisasikan Mitigasi Potensi Longsor kepada Warga Sumurrejo

Berdasarkan data sementara, sebanyak empat kepala keluarga dengan total 11 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.

Warga telah diungsikan secara bertahap sejak awal Mei setelah pergerakan tanah mulai mengancam rumah mereka.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, mulai dari penyediaan logistik harian hingga akses air bersih agar warga tetap dapat menjalani aktivitas dengan layak selama masa pengungsian.

Selain itu, Agustina meminta jajaran terkait menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan nyaman dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Liburan di Tengah Kota? Hotel Grandhika Pemuda Semarang Tawarkan Pengalaman Unik Lewat Promo “Eat and Swim”

Di sisi lain, koordinasi lintas instansi terus dilakukan, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana mengingat lokasi longsor berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang membutuhkan penanganan lintas kewenangan.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Pemkot Semarang juga mulai menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang.

Salah satunya melalui penguatan struktur tanah dengan pembangunan talud maupun bronjong di sejumlah titik rawan longsor guna mencegah bencana susulan.

Baca Juga:  Kota Lama Semarang Jadi Rujukan Nasional, Wagub DKI Rano Karno Tinjau Revitalisasi Heritage

Agustina juga meminta seluruh perangkat daerah tetap siaga dan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami ingin memastikan mereka merasa aman, kebutuhan terpenuhi, dan ada kepastian bahwa penanganan ini terus berjalan,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Sabar Wahyudi, mengatakan proses evakuasi warga dilakukan secara bertahap setelah kondisi tanah semakin memburuk.

“Setelah kejadian itu, warga yang terdampak langsung kami ungsikan satu per satu. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.***