Perkembangan Operasi SAR Bencana Tanah Longsor di Desa Pandanarum Banjarnegara Mengalami Kendala, Namun Pencarian Korban Hilang Tetap Akan Dilakukan

InShot_20251122_174050884
Bagikan:

BANJARNEGARA, (Harianterkini.id) – Proses pencarian korban longsor di desa Situkung Pandanarum Kabupaten Banjarnegara memasuki hari ke tiga. Proses pencarian tidak berjalan maksimal dikarenakan kondisi tanah yang labil dengan masih terjadinya gerakan tanah.

Adanya kubangan air yang berada diatas sektor A membuat area pencarian semakin berbahaya mengingat kubangan tersebut bisa sewaktu-waktu jebol.

Dan saat ini tim SAR gabungan masih berupaya menyodet, membuang volume kubangan air agar tidak membahayakan tim SAR saat bekerja.

Baca Juga:  Tim PkM Universitas Semarang Sosialisasikan Bahaya dan Manfaat Financial Technology Kepada Warga Kelurahan Tlogosari Kulon

“Kami sudah mengirimkan dua tim alkon (alat penyedot dan penyemprot air) untuk mengurangi volume air yang ada di kubangan agar tidak membebani tanah dan menyebabkan longsor susulan” Ujar Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang.

Sementara itu, Budiono juga mengatakan bahwa besok akan dicoba menggunakan alat berat untuk memaksimalkan pencarian.

Akan ada 7 excavator yang akan digunakan untuk membuat akses dan juga menggali area yang dicurigai ada korban.

“Kami telah menyiapkan 7 alat berat excavator di dekat lokasi sudah ada excavator baik dari BPBD, PU, juga dari instansi lain untuk membantu proses pencarian, semoga besok alat berat bisa bekerja maksimal,” tambahnya.

Baca Juga:  Penumpang Angkutan Umum Melonjak, Pergerakan Mobil Pribadi Masih Landai

“Saat ini proses pencarian kami hentikan sementara mengingat cuaca mendung dan turun hujan gerimis. Besok pagi akan kami lanjutkan kembali” Tutup Budiono dalam keterangannya.

Adapun untuk korban longsor yang dicari mengalami perubahan data, dari 27 yang terdata, ternyata satu warga yang dicari telah berada di pengungsian. Sehingga data korban yang dicari berkurang dari 27 menjadi 26 warga.

Baca Juga:  PLN Sukses Energize GIS Tambak Lorok III, Sistem Kelistrikan Jawa Tengah Makin Andal

Adapun nama-nama korban yang masih dalam pencarian antara lain :

Saminem, Kaswanto, Aminah, Wanto, Kasno, Dangseng, Faiz, Suwi, Ny. Tiaryo, Watri, Marsiah, Warjono, Soliah, Sugiono, Maryuni (istri Kaswanto) dan Susanti.

Selanjutnya, Tunem, Jonathan, Raya, Mistri, Intan, Lipah, Sartini, Tuwi, Tarni Suparyo dan Esiah.

Sedangkan, korban meninggal dunia, Luwih (P) dan Darti (P).***

Sumber : Humas Basarnas Kota Semarang