Untuk Menginspirasi Anak Muda Dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan, Wali Kota Semarang Dipilih Menjadi Narsum Utama Program Spesial Indonesia Punya Kamu

InShot_20251204_054003022
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti didapuk menjadi salah satu narasumber utama dalam program spesial “Indonesia Punya Kamu” yang diselenggarakan di Muladi Dome Undip Semarang, Selasa, 2 Desember 2025.

Acara yang mengangkat empat pilar penting (Inovasi, Energi, Keuangan, dan Kesehatan) ini bertujuan untuk menginspirasi anak muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

Dalam sesi dialog spesial bertema “It’s Okay Not to Be Okay. Jaga Mental, Jaga Masa Depan,” itu Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina menyoroti dinamika kehidupan mahasiswa di kota urban seperti Semarang yang membawa peluang sekaligus tekanan baru.

Ia mengakui bahwa hidup di kota besar memunculkan tantangan bagi anak muda, mulai dari perubahan pola hidup, perkembangan teknologi, hingga derasnya informasi yang mempengaruhi cara mereka menilai diri dan bersosialisasi.

Baca Juga:  Persiapan Lebaran, Dinas PUPR dan Ditlantas Polda Riau Tinjau Jalan Rusak

“Stigma terhadap kesehatan mental masih menjadi hambatan utama. Itu yang menjadi tantangan kita. Karenanya, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang hadir sebagai pendengar dan pelindung, siap mendampingi anak muda menata masa depan,” ujar Agustina.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah mengambil langkah cepat dengan menempatkan kesehatan mental sebagai prioritas.

Upaya ini mencakup penyediaan layanan konseling free dan private (gratis dan privat), layanan di PUSPAGA, Puskesmas, dan Rumah Sakit, hingga kolaborasi strategis dengan Fakultas Psikologi Undip dan Unika serta klinik psikologi lain untuk mempercepat penanganan.

“Kita mengucapkan terima kasih karena pemerintah pusat memberi semacam kewajiban. Kewajibanmu nih ya pemerintah daerah, kamu harus begini, begini, begini, khusus untuk kesehatan mental,” katanya.

Baca Juga:  Toyota Alphard Pamerkan Desain Eksterior yang Mencolok dan Mewah di GIIAS Semarang

“Sehingga kita memiliki alasan yang cukup untuk meminta bantuan kepada universitas dan lembaga-lembaga psikologi untuk bisa ikut gabung mengurusi ini (kesehatan mental),” imbuhnya.

Selain isu mental, Wali Kota Semarang juga memaparkan program pengembangan potensi kreatif anak muda, misalnya melalui lomba karya tulis dan mendorong mereka yang memiliki hobi game untuk memanfaatkannya menjadi peluang karir yang serius.

Program karya tulis ini seperti cerita tentang kampung, dimaksudkan untuk melatih kepekaan dan fokus anak-anak terhadap lingkungannya.

“Anak-anak muda memiliki kelemahan sosial yang sangat tinggi, mereka cepat terbakar dan emosional. Maka, kami buka kesempatan untuk anak-anak agar mau menulis cerita tentang kampung. Ini untuk apa sih? Untuk melatih kepekaan yang mereka miliki, itu fokus pada sesuatu,” kata Agustina.

Baca Juga:  Pastikan Angkutan Nataru Aman dan Selamat, KAI Daop 4 Semarang bersama DJKA Laksanakan Inspeksi Keselamatan

“Sama soal game. Secara implisit kita mau mengatakan, bahwa soal game ini kalian nggak cuma main loh ya, kalau main itu kan konsumen ya. Jadi kalian tuh juga bisa make money from game ,” tambahnya.

Di akhir sesi, Wali Kota menekankan bahwa peran pemerintah kota adalah menyediakan “shoulder to cry on” (tempat bersandar) yang tepat.

Salah satunya adalah melalui kegiatan yang diinisiasi KNPI, yang bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Undip, untuk mendatangi sekolah-sekolah dan menggunakan game edukatif sebagai media untuk memancing anak-anak agar terbuka dan bercerita tentang masalah yang mereka hadapi.***

Sumber : Humas Pemkot Semarang