Perkuat Etika Penggunaan Generatif AI di Kalangan Pelajar, Tim Jawara Digital Udinus Gelar Seminar Comlidia 2025
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim Jawara Digital Udinus menggelar Communication Literacy Digital Jawara (Comlidia) 2025 bagi pelajar SMA Kesatrian 1 Semarang, belum lama ini.
Ketua Tim Jawara Digital Udinus, Dilly Septiyan mengatakan bahwa perkembangan teknologi Generatif Artificial Intelligence (AI) yang semakin cepat membawa dampak besar pada pola komunikasi digital masyarakat.
Belakangan ini, beredarnya berbagai foto dan video hasil rekayasa AI di media sosial memperlihatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak selalu diikuti pemahaman etika penggunaannya yang memadai.
”Inilah pentingnya edukasi tentang teknologi AI kepada para pelajar,” katanya.
Dia menambahkan, kegiatan yang mengusung tema ”Bijak Berdigital di Era Generatif AI” itu bertujuan mengedukasi pelajar agar memahami pentingnya etika penggunaan generatif AI.
Kampanye dari Tim Jawara Digital itu dikemas dalam bentuk talkshow dengan narasumber dari BPSDM Kominfo Yogyakarta dan dosen-dosen Ilkom Udinus.
Seminar yang digelar oleh Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) tersebut diikuti 130 pelajar dari kelas 11.
Selain itu juga diikuti peserta lomba poster digital Comlidia 2025. Dilly menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktu mengikuti kegiatan ini.
Sementara itu, Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Lisa Mardiana, S.Sos., M.I.Kom mengatakan, banyak pihak hadir pada acara ini untuk membangun kebersamaan dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Dia menegaskan kepada pelajar, acara ini tidak hanya mengenalkan literasi digital, tetapi juga mengajak mereka merasakan atmosfer belajar komunikasi yang biasa dilakukan mahasiswa di perkuliahan.
Kepala SMA Kesatrian 1 Semarang, Drs. Asyik Budiman, M.Si menyambut baik penyelenggaraan kampanye literasi digital itu.
Rangkaian kegiatan Comlidia 2025 diawali dengan talkshow terkait etika penggunaan Generatif AI yang dibawakan oleh Kepala BPSDM Kominfo Yogyakarta, Dr. Anton Susanto, S.E., M.TI.
Dalam materinya, Dr Anton memaparkan isu-isu utama dalam etika Generative AI, seperti bias algoritma, disinformasi, deepfake, dan kurangnya transparansi yang menegaskan perlunya penerapan Explainable AI (XAI).
Kemudian, dilanjutkan sesi talkshow bersama para dosen-dosen dari Ilmu Komunikasi Udinus. Segmen pertama dipaparkan oleh Heni Indrayani M.I.Kom.
Dalam paparannya, Heni menjelaskan tentang Pentingnya Literasi Digital di lingkungan siswa-siswi SMA / Sederajat saat ini.
Menurutnya, sebagai generasi muda perlu untuk selalu mempelajari etika dan norma-norma dalam penggunaan AI.
Selalu saring informasi sebelum membagikannya, karena hal ini sangatlah penting sekali untuk pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis dan Persiapan para siswa-siswi untuk siap bekerja di dunia digital.
Segmen selanjutnya disampaikan Dosen Ilmu Komunikasi yakni Mutia Rahmi Pratiwi, M.I.Kom.
Menurutnya, Prodi Ilmu Komunikasi tidak hanya mengajarkan mengenai ”Belajar Ngomong Doang” akan tetapi juga mempelajari Public Relation, Jurnalis Digital, Digital Marketing, dan juga Konten Kreator.
Segmen terakhir di sesi Talkshow ini ditutup dengan Pemaparan Materi dari Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Udinus, Dr. Lisa Mardiana, S.Sos., M.I.Kom.***(bgy)
