Komukino Jateng Ayem, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Usung Budaya Jawa Tengah

InShot_20251226_232825222
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Ilkom USM) menggelar Festival Budaya Ke-11 yang menghadirkan pameran dan Kompetisi Seni Jawa Tengah sebagai upaya melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya daerah.

Festival Budaya Tahunan yang mengangkat ”tema Jateng Ayem” itu digelar pada, 18 Desember 2025, di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, mulai pukul 10.00 hingga 21.00.

Baca Juga:  Pagelaran Wayang Kulit, Rektor Universitas Semarang Ingatkan Komitmen Terhadap Unggulnya USM

Sekretaris Panitia Komukino, David Maulana Ihsan mengatakan, Komukino Jateng Ayem merupakan bagian dari tugas akhir mata kuliah komunikasi strategis, manajemen acara, serta komunikasi antar budaya.

Sejumlah komunitas dan instansi turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut di antaranya, Sanggar Seni Konokan Semarang, dukungan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta keterlibatan pelajar SMA dan SMK di Kota Semarang.

Baca Juga:  Bangga Dengan Kearifan Lokal, Rooms Inc Hotel Semarang Juga Hadirkan Program "Like A Local" 2025

”Kegiatan ini menyajikan Pameran Seni, Pertunjukan Seni, hingga Kompetisi Menyanyi dan Menari, Penampilan Wayang Orang, Keroncong, dan Karawitan turut memeriahkan acara,” katanya.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut juga menghadirkan kolaborasi budaya modern melalui pertunjukan DJ yang mengaransemen syair dan lagu Jawa agar lebih ramah bagi generasi Z.

”Tujuan kegiatan ini untuk nguri-nguri budaya Jawa Tengah yang banyak sekali. Sebagai anak muda berkewajiban untuk melestarikan budaya-budaya yang ada di Jawa Tengah agar budaya-budaya ini tetap lestari, tetap ada yang tau, tetap ada yang melestarikan, dan tetap ada yang menggiatkan,” ungkap David.

Baca Juga:  Meriahkan Tahun Baru Imlek, Hotel Ciputra Semarang Sukses Gelar Chinese New Year Buffett Dinner

Dia berharap, melalui kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kepedulian anak muda untuk melestarikan budaya Jawa Tengah agar tetap berkembang di tengah perubahan zaman.***(bgy)