Lansia 76 Tahun yang Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Berhasil Ditemukan Oleh Tim SAR Gabungan

InShot_20260122_234325349
Bagikan:

BLORA, (Harianterkini.id) – Basarnas dan tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang warga lanjut usia bernama gami (76) yang tenggelam di sungai Bengawan Solo, Dusun Ngandong, RT 01/RW 04, Desa Ngeblak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, pada 3 hari yang lalu.

Korban di laporkan hilang pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima dari Kepala Desa Ngeblak, Eko Puryono, korban berpamitan kepada anaknya untuk pergi ke tepi sungai dengan maksud buang air besar (BAB).

Namun diduga korban terpeleset saat berada di tepi sungai dan sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya terseret arus Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga:  Petani Keluhkan Harga Pinang di Riau Turun

“Kami menerima laporan pada Senin pagi dan segera mengirimkan satu tim dari unit siaga SAR Rembang untuk segera melaksanakan pencarian,” ujar Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang

Dalam melakukan pencarian pada Rabu, 21 Januari, 2026 tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.

Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran menggunakan perahu karet dan peralatan SAR air menyusuri aliran Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga:  Sekda Jateng Minta TPAKD Perluas Akses Keuangan Masyarakat

Usaha tim SAR gabungan membuahkan hasil pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada jarak kurang lebih ± 35 kilometer dari lokasi kejadian awal (LKP), Tepatnya di pintu air bendungan gerak Bojonegoro.

Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sosodoro Jatikusumo Bojonegoro, Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut.

“Awalnya tim mengalami hambatan dalam proses pencarian karena Kondisi di lapangan cukup menyulitkan selama proses pencarian, di antaranya arus sungai yang deras, air yang keruh, serta banyaknya sampah di aliran sungai namun di hari ke 3 korban berhasil di temukan oleh tim,” jelasnya.

Baca Juga:  Istimewa! LKP atau LPKS Toety Production Semarang Buka Pelatihan Instruktur Senam Aerobik Gratis Mandiri Tanpa Dana Pemerintah

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 17.30 WIB, dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam proses pencarian sehingga korban dapat di temukan, trimakasih.” Pungkas Budiono***

Sumber : Humas Basarnas Semarang