Muhaimin Mundur dari Jabatan Ketua Umum PBSI Kota Semarang

InShot_20260318_215030278
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.di) – Dunia bulu tangkis di Kota Semarang dikejutkan dengan keputusan Ahmad Muhaimin yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum PBSI Kota Semarang untuk periode 2024-2028.

Pengunduran diri tersebut resmi disampaikan melalui surat tertanggal 5 Maret 2026.

Dalam pernyataannya, Muhaimin menyerahkan kendali organisasi sementara kepada Wakil Ketua, Donny Wira Yudha Kusuma, hingga terpilih ketua umum yang baru.

Muhaimin yang juga dikenal sebagai dosen di Universitas Semarang menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi mendorong kemajuan pembinaan bulu tangkis di Kota Semarang.

Baca Juga:  445 Kontingen Kota Semarang Akan Berlaga Dalam POPDA Jawa Tengah 2025, Wali Kota Agustina Targetkan Juara Umum

Ia mengaku selama satu tahun masa kepemimpinannya, upaya yang dilakukan belum mencapai hasil maksimal.

“Jabatan ini adalah amanah yang diberikan oleh rekan-rekan pengurus klub. Ketika amanah itu diminta kembali, saya tidak memiliki alasan untuk mempertahankannya,” ujarnya belum lama ini.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama para pelatih serta pengurus klub selama masa jabatannya.

Baca Juga:  Laga Uji Coba, Senegal Sukses Mengalahkan Brasil 4-2

Meski telah mundur, Muhaimin memastikan tetap akan menyelesaikan laporan pertanggungjawaban, baik dari sisi keuangan maupun program kerja selama tahun 2025.

Laporan tersebut mencakup penggunaan dana hibah dari KONI Kota Semarang, kontribusi pelatih, hingga hasil kegiatan organisasi.

Selama kepemimpinannya, sejumlah kegiatan telah terlaksana, antara lain Kejuaraan Piala Rektor USM ke-3, Kejurkot USM Atlas Padma Cup di GOR Graha Padma, penataran wasit dan pelatih tingkat kota, serta kejuaraan kelompok umur lintas daerah.

Baca Juga:  Kurasi Musik Semarang Vol. 1 Sukses Digelar, Buka Jalan Musisi Indie ke Industri Nasional

Muhaimin menegaskan bahwa seluruh program dijalankan sesuai dengan aturan organisasi dan tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART PBSI.

Mengakhiri pernyataannya, ia menyebut banyak pelajaran berharga yang didapat selama memimpin organisasi, terutama dalam membangun relasi dan kebersamaan.

“Teman yang tulus akan saling menjaga, mengingatkan, dan mendorong untuk terus maju dalam kebaikan,” pungkasnya.***(bgy)