USM Sukses Gelar Workshop Kreatif Menulis pada Era Industri Kreatif
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC) menggelar workshop bertajuk “Kreatif Menulis pada Era Industri Kreatif” di Ruang Teleconference, Menara USM, belum lama ini. Kegiatan ini menghadirkan Rektor USM, Supari sebagai keynote speaker.
Workshop turut menghadirkan sastrawan Triyanto Triwikromo serta CEO PT Marimas Putra Kencana yang juga content creator edukatif, Harjanto Kusuma Halim. Acara dipandu Direktur USM LCC, Adi Ekopriyono dan diikuti mahasiswa serta dosen.
Dalam sambutannya, Supari menegaskan bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan proses merangkai pikiran.
Menulis, menurutnya, merupakan cara mendisiplinkan gagasan sekaligus menjadi latihan kejujuran intelektual.
“Menulis adalah latihan keberanian, yakni keberanian untuk memiliki sudut pandang,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kreativitas memiliki nilai sosial dan kultural. Tulisan dapat membangun kesadaran, narasi mampu mengubah perspektif, dan konten berperan dalam membentuk karakter generasi.
Supari mengajak peserta menjadikan workshop tersebut sebagai titik awal membangun budaya menulis dan keberanian berpikir, sekaligus mengintegrasikan kedalaman akademik dengan kelincahan digital.
“Pada era industri kreatif ini, yang bertahan bukan yang paling kuat, melainkan yang paling adaptif dan kreatif,” tambahnya.
Sementara itu, Triyanto Triwikromo memandang menulis dari berbagai perspektif, termasuk teologis, historis, dan filosofis.
Secara teologis, ia menyebut menulis sebagai respons manusia terhadap perintah Tuhan untuk membaca dan menulis.
“Secara historis, menulis adalah upaya melawan lupa, merekam jejak, dan mengekalkan sesuatu agar tetap abadi. Secara filosofis, menulis adalah tindakan mengekspresikan diri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, menulis juga menjadi cara manusia hadir dalam ruang dan waktu serta tetap kontekstual dengan perkembangan zaman.
Di sisi lain, Harjanto Kusuma Halim menekankan pentingnya kreativitas dalam mengembangkan ide, khususnya dalam bentuk konten digital. Ia menyebut ide dapat muncul dari pengalaman sehari-hari dalam berbagai situasi.
“Ide sering muncul saat kita dalam kondisi rileks. Biasanya, saya spontan membuat konten,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, USM LCC berharap dapat mendorong tumbuhnya budaya menulis yang kreatif dan adaptif di kalangan akademisi, sejalan dengan tuntutan era industri kreatif yang semakin dinamis.***(bgy)
