Universitas Semarang Edukasi Gizi dan Olahan Pangan Lokal Kepada Siswa SMA Negeri 2 Semarang

InShot_20260413_134850627
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menggelar pelatihan literasi gizi dan diversifikasi pangan bagi siswa SMAN 2 Semarang.

Kegiatan yang dikemas dalam edukasi pembuatan cookies berbasis tepung sukun ini berlangsung di lingkungan sekolah setempat, Senin, 13 April 2026.

Program tersebut dipimpin oleh Ketua Tim PkM, Dr. Mita Nurul Azkia, S.TP., M.Sc., bersama anggota Prof. Dr. Ir. Sri Budi Wahjuningsih, M.P., Ika Fitriana, S.TP., M.Sc., serta Ahmad Muhaimin, S.Pd., M.Pd.

Baca Juga:  Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Buka Rakernis Humas Polri 2025 

Kegiatan turut melibatkan dua mahasiswa, Farezha Ilham Raihanda Putra dan Dinanta Kartika Dewi.

Mita menjelaskan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terkait gizi seimbang sekaligus mengenalkan diversifikasi pangan berbasis bahan lokal.

Selain itu, siswa juga dibekali keterampilan praktis dalam mengolah pangan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep gizi, tetapi juga mampu mengolah pangan alternatif berbasis bahan lokal seperti sukun,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini memberikan manfaat langsung berupa peningkatan pengetahuan gizi serta keterampilan siswa dalam memilih dan mengolah makanan selingan yang sehat.

Baca Juga:  MPWK FT UNISSULA di Pameran Expo 3 Juta Rumah Jawa Tengah

Di sisi lain, program ini juga mendukung pembiasaan konsumsi pangan yang lebih beragam dan bergizi.

Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal masih belum optimal di kalangan pelajar.

Selama ini, produk berbasis tepung terigu lebih dikenal, sementara bahan seperti sukun yang kaya karbohidrat dan serat belum banyak dimanfaatkan.

“Diperlukan pendekatan edukasi yang lebih aplikatif dan sesuai dengan minat remaja, salah satunya melalui praktik langsung seperti pembuatan cookies ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Polri Raih Penghargaan Dari KBRI Singapura

Lebih lanjut, ia menilai pembelajaran yang selama ini cenderung teoritis belum sepenuhnya mampu membekali siswa dengan keterampilan praktis.

Oleh karena itu, program edukasi yang terstruktur, kontekstual, dan berbasis praktik menjadi penting untuk meningkatkan literasi gizi sekaligus mendorong diversifikasi pangan di kalangan generasi muda.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi praktik dan diskusi, sehingga siswa dapat memahami proses pengolahan sekaligus nilai gizi dari pangan yang dihasilkan.***(bgy)