Dari Sungai hingga Seni Tradisi, Desa Duren Bersiap Menjadi Destinasi Wisata Unggulan Bersama PLN Peduli

WhatsApp Image 2026-04-15 at 11.28.37
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Di balik perbukitan hijau Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang terdapat sebuah desa yang perlahan mulai membuka diri kepada dunia. Desa Duren bukan hanya tentang bentang alam yang asri, tetapi juga tentang cerita, tradisi, dan semangat warganya dalam menjaga warisan budaya.

Dari aliran Sungai Serang yang mengalir tenang hingga denting musik pengiring tari tradisional, setiap sudut desa ini menyimpan potensi yang siap memikat wisatawan.

Melihat potensi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2026 mengambil peran dalam mendorong pengembangan Desa Wisata Duren Wahyu Tirta Mulya. Program ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan potensi lokal agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Di Desa Duren, wisata bukan sekadar perjalanan menikmati alam. Wisatawan dapat merasakan sensasi menyusuri sungai melalui aktivitas river tubing yang telah lebih dulu dikenal, sekaligus menikmati panorama perbukitan yang masih asri. Namun lebih dari itu, desa ini menyimpan kekuatan lain yaitu budaya.

Baca Juga:  Layani Penumpang Lebih Banyak, KAI Daop 4 Semarang Tambah Persedian Tiket di Libur Panjang Waisak 2025

Di sela aktivitas wisata, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisional seperti reog dan tari topeng ireng yang penuh energi dan makna. Iringan musik tradisional, gerakan dinamis para penari, serta semangat kebersamaan masyarakat menjadi pengalaman yang tidak mudah ditemukan di tempat lain. Potensi budaya inilah yang menjadi daya tarik kuat untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik dan berkesan.

Tidak hanya budaya dan alam, kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Duren juga menjadi bagian dari daya tarik tersendiri. Aktivitas pertanian, produk UMKM seperti olahan pangan dan kerajinan, hingga interaksi hangat warga membuka peluang bagi wisata berbasis pengalaman (experience tourism) yang kini semakin diminati.

Melalui program TJSL ini, PLN akan mendukung pengembangan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari peningkatan akses melalui pavingisasi, hingga penyediaan sarana pendukung wisata seperti perlengkapan river tubing dan papan informasi. Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan pengelolaan desa wisata agar mampu mengelola potensi yang dimiliki secara profesional dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Senam Sehat Ceria, Warga Karangroto Deklarasikan Dukungan untuk Andika-Hendi dan Agustin-Iswar!

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, menyampaikan bahwa Desa Duren memiliki kombinasi potensi yang sangat kuat untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan.

“Desa Duren memiliki keunikan yang lengkap—alam yang indah, budaya yang hidup, serta masyarakat yang memiliki semangat untuk berkembang. Ini adalah modal besar untuk menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PLN ingin menjadi bagian dari perjalanan desa dalam mengembangkan potensi tersebut.

“Melalui program TJSL, kami tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat. Harapannya, Desa Duren dapat menjadi contoh desa wisata yang mampu tumbuh dari kekuatan lokalnya sendiri, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warganya,” tambah Kishartanto.

Kepala Desa Duren, H. Wahyudi, S.M., menyambut baik dukungan dari PLN dan menyampaikan optimismenya terhadap masa depan desa wisata ini.

Baca Juga:  Kemewahan dan Keajaiban, Dua Cara Unik Merayakan Tahun Baru di Gumaya Tower Hotel

“Kami melihat program ini sebagai peluang besar bagi masyarakat Desa Duren untuk berkembang. Potensi yang kami miliki selama ini akan semakin terarah dengan adanya pendampingan dan dukungan dari PLN, baik dari sisi infrastruktur maupun peningkatan kapasitas masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam pengembangan desa wisata.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama. Dengan semangat gotong royong, kami optimis Desa Duren dapat menjadi destinasi wisata yang dikenal luas dan memberikan manfaat bagi seluruh warga,” tambahnya.

Dengan sinergi antara PLN, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Duren kini tengah bersiap menapaki langkah baru. Dari aliran sungai hingga panggung budaya, desa ini perlahan membuka diri menjadi destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar wisata—tetapi juga cerita, pengalaman, dan kearifan lokal yang autentik.***