Kurasi Musik Semarang Vol. 1 Sukses Digelar, Buka Jalan Musisi Indie ke Industri Nasional

InShot_20260415_193450004
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Gelaran Kurasi Musik Semarang Vol. 1 sukses diselenggarakan pada 12 April 2026 di Burjo Edenia, Jalan Abdurahman Saleh No. 515, Semarang Barat. Acara yang berlangsung pukul 19.00 hingga 23.00 WIB ini menjadi momentum penting bagi para musisi independen di Semarang dan sekitarnya untuk memperkenalkan karya orisinal mereka di hadapan kurator musik nasional.

Mengusung tema “Jebul Aku Musisi Semarang Fest 2026”, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan Kurasi Musik Indonesia, sebuah program berbasis di Jakarta yang fokus pada proses seleksi, pembinaan, serta pengembangan karya musisi lokal agar mampu menembus industri musik profesional.

Wadah Kurasi untuk Musisi Berkarya

Berbeda dari ajang musik pada umumnya, Kurasi Musik menitikberatkan pada kualitas karya asli.

Band maupun solois yang tampil diwajibkan membawakan lagu ciptaan sendiri, bukan sekadar membawakan ulang (cover).

Baca Juga:  PLN Peduli Menyalurkan Bantuan Sarana Air Bersih, Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Hal ini menjadi langkah strategis untuk mendorong lahirnya produk musik yang siap dipasarkan.

Dalam edisi perdana di Semarang ini, tiga penampil terpilih yakni Mellodika Band, Konspirator, dan Gelombang Kota tampil memukau di hadapan puluhan musisi lokal yang turut hadir.

Acara ini juga menghadirkan tiga kurator nasional, termasuk pendiri Kurasi Musik Indonesia, Ully Dalimunthe, bersama Safir BianGindas dan Emtee Blackmore. Kehadiran mereka memberikan penilaian langsung sekaligus masukan profesional kepada para penampil.

Mendorong Ekosistem Musik Lokal

Safir BianGindas menegaskan bahwa Kurasi Musik bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan wadah kolaborasi dan jejaring antar musisi lintas daerah.

“Kurasi Musik ini kami hadirkan sebagai ruang bagi musisi untuk berkembang, saling bertukar pikiran, dan membangun jaringan. Saat ini sudah berjalan di Jakarta, Wonosobo, dan Semarang, dan ke depan akan terus berkembang ke kota-kota lain,” kata Safir kepada wartawan.

Baca Juga:  Lewat Sembiz 2025, Agustina Wilujeng Dorong Semarang Jadi Pusat Perdagangan dan Jasa

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bersifat berkelanjutan. Setelah Semarang, agenda berikutnya akan digelar di Jakarta (Vol. 60) dan Wonosobo (Vol. 4) pada April 2026.

Edukasi dan Solusi bagi Musisi

Tak hanya menampilkan pertunjukan, Kurasi Musik Semarang juga menghadirkan sesi diskusi dan tanya jawab antara kurator dan peserta.

Dalam sesi ini, para musisi mendapatkan wawasan mendalam mengenai produksi musik, distribusi, hingga strategi menembus pasar industri.

Seorang musisi senior Semarang, Ari Singo (EMAS) menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi musisi yang belum memiliki ruang untuk berkembang.

“Kurasi Musik ini terbuka untuk siapa saja yang punya karya. Di sini, musisi tidak hanya tampil, tapi juga mendapatkan ilmu dan solusi atas berbagai kendala dalam bermusik,” kata Ari Singo.

Baca Juga:  Pemerintah Dorong Peningkatan Literasi Digital Masyarakat untuk Percepat Ekosistem Ekonomi Digital

Menjadi Gerbang Menuju Industri Musik

Kehadiran Kurasi Musik Semarang diharapkan mampu menjadi jembatan bagi musisi lokal untuk dikenal lebih luas, bahkan dilirik oleh produser dan label rekaman.

Dengan sistem kurasi yang ketat serta pendampingan langsung dari pelaku industri, peluang musisi untuk naik ke level profesional semakin terbuka.

Melalui kolaborasi antara Kurasi Musik Indonesia dan Jams Music Management sebagai pelaksana lokal, acara ini menjadi bukti bahwa Semarang memiliki potensi besar dalam peta industri musik nasional.

Ke depan, Kurasi Musik Semarang direncanakan akan digelar secara rutin setiap bulan, membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta-talenta baru untuk menunjukkan karya terbaik mereka.

“Saatnya karya lagu kamu didengar. Jangan lewatkan kesempatan untuk melangkah ke industri musik,” menjadi pesan utama yang digaungkan dalam gelaran perdana ini.***