IPG Kota Semarang 2025 Capai 78,71, Peran Perempuan Kian Menguat

InShot_20260423_123942198
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) di Kota Semarang menunjukkan tren positif. Pada 2025, IPG tercatat mencapai 78,71, mencerminkan semakin kuatnya peran perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat upacara peringatan Hari Kartini ke-147 yang digelar Pemerintah Kota Semarang di halaman Kantor Balaikota Semarang, 21 April 2026.

Menurut Agustina, tingginya angka IPG tidak terlepas dari kontribusi nyata perempuan di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi berbasis masyarakat.

Baca Juga:  UNDIP Mendunia ! Dosen UNDIP Ciptakan Robot Hybrid Serangga Penyelamatan Korban Bencana Kolaborasi dengan Ilmuwan Jepang

Salah satu kontribusi signifikan datang dari sekitar 16.000 kader posyandu yang secara sukarela berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Praktik ini bahkan mendapat apresiasi dari California State University sebagai contoh penguatan peran masyarakat berbasis komunitas.

“Ketika saya diundang di California State University, mereka sangat mengapresiasi bagaimana para kader posyandu mampu menjaga kesehatan masyarakat di sekitarnya. Ini menjadi contoh bagaimana rasa tanggung jawab sosial bisa tumbuh dari masyarakat,” ujar Agustina.

Baca Juga:  Rumah dan Permukiman Layak, Tolak Ukur Kesejahteraan dan Keberhasilan Bangsa  Indonesia

Selain sektor kesehatan, kontribusi perempuan juga terlihat dalam gerakan pengelolaan lingkungan “Semarang Wegah Nyampah” melalui bank sampah.

Dengan keterlibatan aktif kader PKK dan komunitas, aktivitas ini mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat hingga mencapai Rp2,2 miliar.

Pemerintah Kota Semarang juga memperkuat komitmen melalui pembentukan 177 Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Kelurahan menjadi garda terdepan dalam memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan serta ruang untuk berkembang.

Baca Juga:  Warga Sambut Baik Kebijakan Dana Operasional 25 Juta per RT Dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang

Capaian IPG ini menjadi indikator bahwa perempuan di Kota Semarang tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga telah berperan sebagai subjek utama perubahan.

“Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan Kota Semarang akan semakin hebat,” tegas Agustina.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kota Semarang terus mendorong perempuan untuk meningkatkan kapasitas, berani mengambil peran, serta memperluas kontribusi di berbagai bidang guna menjaga tren positif pemberdayaan gender di masa mendatang.***