Hardiknas 2026, Rektor USM Tegaskan Pendidikan Fondasi Kemajuan Bangsa

InShot_20260513_234438915
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Rektor Universitas Semarang (USM), Dr. Supari, S.T., M.T., menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa sekaligus mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam program talk show Rektor Menyapa bertema “Dari USM untuk Negeri” yang disiarkan melalui Radio USM Jaya 101,6 FM, Selasa, 5 Mei 2026, dari Studio Radio USM Jaya Semarang.

Menurut Supari, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei seharusnya tidak hanya dipahami sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen pendidikan.

Baca Juga:  Indofood Berangkatkan 11.097 Pengusaha Warmindo, Mudik Jadi Lebih Mudah!

“Hardiknas menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun bangsa dan menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman,” ujar Supari.

Ia menilai, upaya menghadirkan pendidikan bermutu tidak dapat dibebankan hanya kepada lembaga pendidikan.

Dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Dalam kesempatan itu, Supari menyampaikan komitmen USM untuk terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa serta skema pembiayaan yang terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga:  Sosialisasi Program MBG: Memahami Gizi Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Di sisi lain, kata dia, kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas melalui penguatan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja dan optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.

USM juga terus mendorong kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai program pengabdian, seperti pendampingan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), literasi digital, edukasi kesehatan, hingga pelatihan keterampilan bagi generasi muda.

Selain itu, mahasiswa turut dilibatkan secara langsung dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Baca Juga:  Mahasiswa Universitas Semarang Sosialisasi Dampak Media Sosial di Kelurahan Kalicari

“Mahasiswa diterjunkan ke masyarakat untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus menghadirkan solusi yang aplikatif,” jelasnya.

Dalam pengembangan institusi, USM disebut terus memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak guna mendukung terciptanya pendidikan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Supari juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan pendidikan sebagai sarana membangun karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan.

“Pendidikan bukan hanya soal memperoleh gelar, tetapi bagaimana seseorang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.***(bgy)