Kontes Batu Nusantara di Semarang Dongkrak UMKM dan Gaungkan Potensi Gemstone Indonesia

InShot_20260520_174655490
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Kontes dan Pameran Batu Nusantara, Pirus, dan Permata yang digelar di Gedung Rimba Graha, Semarang mendapat apresiasi dari Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol M. Pratama Adhyasastra.

Ia berharap agenda tersebut dapat menjadi event tahunan karena dinilai mampu menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat eksistensi batu mulia Nusantara.

Saat mengunjungi pameran pada 9 Mei 2026, Brigjen Pol Pratama didampingi Wadansat Brimob Polda Jateng AKBP Eko Budiman meninjau berbagai koleksi batu dari sejumlah daerah di Indonesia.

Beragam jenis batu dipamerkan dalam ajang tersebut, mulai dari batu Bacan, pirus, batu motif gambar, batu Garut hingga berbagai batu mulia dan antik lainnya.

Usai berkeliling melihat stan peserta, Brigjen Pol Pratama turut menyerahkan hadiah berupa sepeda motor kepada Ketua Panitia, Sofani, yang nantinya diberikan kepada juara umum kontes.

Baca Juga:  Kompetisi Bola Basket Antar Pelajar "Honda DBL 2025" Resmi Dibuka Oleh Wakil Wali Kota Semarang

Tak hanya mendapat dukungan dari jajaran kepolisian, kegiatan tersebut juga memperoleh perhatian dari berbagai pihak.

Seperti, Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti juga turut memberikan dukungan dana sebesar Rp2 juta, sementara Universitas Semarang (USM) turut berkontribusi Rp1,5 juta bersama sejumlah stakeholder lainnya.

“Kami senang melihat animo peserta dan masyarakat yang cukup besar. Event ini sangat bagus dan kalau bisa digelar setiap tahun di Semarang,” kata Brigjen Pol Pratama.

“Kegiatan ini menjadi ajang pemersatu masyarakat, khususnya para pedagang batu dari seluruh Indonesia, sekaligus mampu menghidupkan perekonomian dan UMKM,” imbuhnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam berupa batu mulia dengan kualitas yang sangat baik dan memiliki nilai seni tinggi.

Ia menyebut sejumlah batu khas Nusantara yang selama ini dikenal luas, seperti Batu Garut, Bacan, Fokay, Cempaka, Kalimaya, Kinyang, Chalcedony, Kecubung, Sisik Naga hingga Batu Nabire.

Baca Juga:  Selama Ramadhan, Padma Hotel Semarang Berikan Penawaran Menu Berbuka Puasa

“Batu Nusantara pernah sangat diminati masyarakat karena warna, kualitas, dan keunikannya,” jelasnya.

“Sampai sekarang pun masih banyak jenis batu yang tetap memiliki penggemar, seperti Nogosuwi, Ati Ayam, Tapak Jalak, Garut, Kalimaya, Pandan, dan Bacan. Intinya, batu Nusantara itu sangat bagus,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kontes, Sofani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pameran, tetapi juga sarana pelestarian budaya Indonesia, khususnya batu akik Nusantara, batu permata, pirus, dan benda-benda pusaka antik.

Ia mengatakan, kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai sejarah, filosofi, dan seni yang terkandung dalam berbagai benda pusaka Nusantara.

“Dari sisi edukasi, kami ingin meningkatkan wawasan masyarakat, terutama generasi muda, tentang sejarah dan filosofi benda pusaka,” ujar Sofani.

Baca Juga:  Rektor Universitas Semarang Lantik Pejabat Struktural, Inilah Pesannya

“Sedangkan dari sisi ekonomi, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong transaksi dan memperluas jaringan pasar bagi para pelaku UMKM, pengrajin, pedagang, dan kolektor,” lanjutnya.

Ketua Paguyuban Batu Akik, Permata, Pusaka, Antikan dan Seni Kota Semarang, Drs. Ahmad Muhaimin, juga turut mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan acara tersebut.

Ia menyatakan kesiapan Kota Semarang apabila kembali dipercaya menjadi tuan rumah event nasional serupa di masa mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dirlantas Polda Jateng Brigjen Pol Pratama yang telah mendukung penuh kegiatan ini,” katanya.

“Terima kasih juga kepada seluruh peserta, Pemerintah Kota Semarang, USM, Untag, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kontes dan Pameran Batu Nusantara ini,” pungkasnya.***(bgy)