Wali Kota Semarang Tekankan Peran Denok Kenang sebagai Narator Identitas Kota

InShot_20260525_233826453
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa peran Denok Kenang harus berkembang tidak hanya sebagai duta wisata, tetapi juga sebagai storyteller yang mampu membangun narasi identitas kota melalui kreativitas generasi muda.

Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Grand Final Pemilihan Denok Kenang Kota Semarang 2026 yang digelar di Balai Kota Semarang pada Minggu, 24 Mei 2026 malam, yang turut dirangkai dengan pengundian program IJOLKE.

Mengusung tema “Menyinari Budaya, Menguatkan Pariwisata”, ajang tahunan ini tidak hanya menjadi kompetisi duta wisata, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah kota dalam memperkuat citra Semarang sebagai kota budaya, kreatif, dan adaptif di era digital.

Baca Juga:  Peringati Dies Natalis ke-38, USM Gelar Pameran EXPLOREaction di CFD Jalan Pahlawan Semarang

Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu menyebut bahwa Denok Kenang harus menjadi representasi wajah baru kota yang mampu menyampaikan cerita positif dan membangun kedekatan emosional dengan publik.

“Denok Kenang tidak cukup hanya menjadi ikon pariwisata. Mereka harus menjadi narator kota. Di era digital ini, kota dibangun oleh cerita yang dipercaya publik,” ujar Agustina.

Ia menambahkan bahwa budaya merupakan fondasi penting pembangunan Kota Semarang yang harus terus dikembangkan agar memberikan dampak ekonomi, mulai dari sektor ekonomi kreatif, kuliner, hingga penguatan destinasi unggulan seperti kawasan Kota Lama Semarang.

Menurutnya, pengemasan budaya yang kreatif akan membuat nilai-nilai tradisi tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Antisipasi Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran, Menhub Siapkan Ini

“Budaya akan bertahan jika mampu memberikan nilai ekonomi dan dekat dengan kehidupan masyarakat,” katanya.

Di hadapan 15 pasang finalis, Wali Kota juga menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi mitra strategis dalam menyampaikan pesan pembangunan kepada masyarakat luas.

“Malam ini kita tidak hanya memilih yang terbaik secara penampilan atau kemampuan berbicara. Kita sedang memilih wajah masa depan Kota Semarang,” jelasnya.

Ia juga mendorong para finalis untuk aktif mengangkat isu-isu strategis seperti lingkungan hidup, ketahanan pangan, hingga promosi budaya lokal melalui konten kreatif yang relevan dengan generasi muda.

Selain pemilihan Denok Kenang, malam puncak acara juga dirangkaikan dengan pengundian program IJOLKE sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang taat pajak serta upaya memperkuat digitalisasi transaksi di sektor hotel, restoran, parkir, dan hiburan di Kota Semarang.

Baca Juga:  LKP Pelangi Megah Education Jajaki Kerja Sama dengan USM LCC

Program tersebut mencatat lebih dari 31 ribu struk transaksi yang telah terverifikasi selama periode 1 Maret hingga 24 Mei 2026.

Beragam hadiah diundi, mulai dari perangkat gawai hingga puluhan smartphone.

Pada akhir acara, dewan juri menetapkan Farah Azra Bramantya sebagai Denok Semarang 2026 dan Bima Surya Wandana sebagai Kenang Semarang 2026.

Keduanya diharapkan mampu menjadi wajah generasi muda yang kreatif, adaptif, serta berperan aktif dalam memperkuat promosi pariwisata dan pelestarian budaya Kota Semarang di tingkat nasional maupun internasional.***