LOFF 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Kota Semarang Tantang Sineas Angkat Isu Ketahanan Pangan

InShot_20260608_003358168
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi membuka pendaftaran karya untuk Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 mulai 1 Juni 2026.

Ajang perfilman tahunan tersebut kembali digelar dengan cakupan program yang lebih luas guna mendorong pertumbuhan ekosistem industri kreatif, khususnya sektor perfilman, di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa penyelenggaraan LOFF 2026 tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi para sineas.

Tetapi, lanjut dia, penyelenggaraan LOFF 2026 juga diarahkan untuk mendukung target pembangunan daerah.

Salah satunya melalui program Lawang Sewu Film Fund yang mengangkat tema “Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup”.

Menurut Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu, tema tersebut dipilih karena sejalan dengan fokus kebijakan pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang tahun kedua.

Melalui karya film, generasi muda diharapkan mampu menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap isu-isu strategis yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga:  Hujan Angin Kencang, 86 Titik Pohon Tumbang Berhasil Ditangani Pemerintah Kota Semarang

“Kami menantang para sineas lokal untuk ikut mengampanyekan kemandirian sektor pangan dan keberlanjutan lingkungan melalui karya sinema kreatif,” kata Agustina.

“Gerakan ini menjadi bentuk intervensi budaya agar masyarakat lebih peduli terhadap program prioritas kota,” imbuhnya.

Jalur kompetisi Lawang Sewu Film Fund 2026 diperuntukkan bagi komunitas film yang berbasis di Kota Semarang.

Dari seluruh proposal yang masuk, tim kurator akan memilih 10 ide cerita terbaik untuk mengikuti program pembinaan intensif melalui Mini Lab bersama sineas nasional.

Seluruh finalis akan mendapatkan pendampingan tanpa biaya. Pada tahap akhir, satu proposal terbaik akan memperoleh dukungan dana stimulan produksi dari Pemkot Semarang untuk direalisasikan menjadi film pendek.

Selain program pendanaan ide cerita, LOFF 2026 juga menghadirkan Lawang Sewu Film Competition atau kompetisi film pendek tingkat nasional.

Kategori ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Operasi Aman Candi 2025, Satgas Binmas Gencar Beri Penyuluhan di Kawasan Industri Semarang

Film yang didaftarkan harus berupa karya fiksi berdurasi maksimal 15 menit dan diproduksi pada rentang 2024 hingga 2026. Kompetisi tersebut mengusung tema “Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia”.

Agustina menjelaskan, tema tersebut dirancang sebagai wadah bagi para sineas untuk mengangkat berbagai potensi Kota Semarang, mulai dari identitas daerah, sejarah, budaya, hingga sektor pariwisata.

“Film-film yang lahir dari kompetisi ini diharapkan menjadi media promosi daerah yang efektif dan mampu memperkenalkan Semarang kepada khalayak yang lebih luas,” katanya.

LOFF 2026 merupakan agenda festival film pendek yang bertujuan membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan di Kota Semarang.

Festival ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas film, akademisi, pelaku industri kreatif, hingga pemerintah daerah.

Selain menjadi sarana regenerasi talenta kreatif, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, UMKM, dan industri hospitality di Kota Semarang.

Pada malam puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026, sejumlah penghargaan akan diperebutkan, antara lain Film Pendek Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Penyunting Terbaik, Pemeran Terbaik, dan Film Pendek Favorit.

Baca Juga:  Menko AHY dan Menteri PU Dody Resmikan Rusun Dosen Politeknik PU Semarang

Masyarakat yang ingin mengikuti kompetisi dapat mengakses panduan dan persyaratan melalui situs resmi penyelenggara.

Pendaftaran jalur Film Fund dibuka hingga 15 Juli 2026, sementara pendaftaran kompetisi film pendek nasional ditutup pada 1 September 2026.

Rangkaian LOFF 2026 akan diawali dengan kegiatan Sosialisasi dan Lawang Sewu Talks yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Juni 2026.

Agustina mengajak para sineas muda dan pegiat film dari berbagai daerah untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai langkah awal memasuki industri perfilman yang lebih luas.

“Saya mengajak seluruh anak muda di Kota Semarang dan para sineas kreatif dari seluruh Indonesia untuk segera mengirimkan karya terbaik sebelum batas waktu penutupan. Jangan ragu untuk mulai berkisah dan menyuarakan perspektif secara jujur melalui karya film,” pungkasnya.***