USM LCC Dorong Generasi Muda Berani Berbicara Bahasa Inggris

InShot_20260906_000216891
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Keberanian berbicara menjadi salah satu kunci dalam menguasai bahasa asing. Hal itu yang coba didorong Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC) melalui Seminar Nasional bertajuk Being Brave to Speak English, Jumat (28/8/2026).

Seminar yang digelar di kampus Universitas Semarang (USM) tersebut menghadirkan native speaker asal Melbourne, Australia, Aaron O’Brien, sebagai narasumber.

Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar sekolah menengah atas (SLTA), serta sejumlah dosen.

Selain seminar, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara USM LCC dan Aaron O’Brien.

Baca Juga:  FH Unissula Kirim 19 Mahasiswa untuk Studi di University of Wollongong Malaysia

Direktur USM LCC, Adi Ekopriyono, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari kontribusi LCC dalam mendukung pengembangan dan kemajuan USM, sekaligus meningkatkan keberanian serta kemampuan generasi muda dalam menggunakan bahasa Inggris.

“Tidak dapat dipungkiri, pada era global sekarang ini, generasi muda dituntut untuk berani dan terampil berbahasa Inggris. Tentu saja, juga keterampilan berbahasa asing lainnya, seperti Mandarin, Korea, Jepang, dan Arab,” ujarnya.

Berpengalaman Mendampingi Ribuan Pelajar

Menurut Adi, kehadiran Aaron O’Brien memberikan pengalaman berbeda bagi peserta karena tidak hanya berbicara mengenai teori bahasa Inggris, tetapi juga mendorong peserta untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi.

Baca Juga:  Mbak Ita Berhasil Kendalikan Angka Inflasi

Aaron dikenal sebagai pendidik bahasa Inggris yang mengembangkan pendekatan pembelajaran secara menyenangkan, komunikatif, dan inovatif. Metode yang digunakannya juga disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

Dengan pengalaman mengajar lebih dari satu dekade, Aaron telah mendampingi ribuan pelajar dari berbagai kelompok usia.

Ia juga mengembangkan platform pembelajaran bahasa Inggris yang telah menjangkau komunitas pembelajar melalui berbagai platform media sosial. Saat ini, platform tersebut memiliki lebih dari 1,5 juta pengikut di Instagram, sekitar 800 ribu pengikut di TikTok, serta 360 ribu pelanggan di YouTube.

Baca Juga:  Syngenta Seed Indonesia Resmikan Laboratorium Karantina Terpadu untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

“Aaron juga aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para guru bahasa Inggris di Indonesia. Ia berkolaborasi dengan komunitas serta berbagai institusi untuk memperkenalkan dan mengembangkan metode pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif, relevan, dan sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Adi.

Melalui seminar tersebut, USM LCC berharap semakin banyak mahasiswa dan pelajar yang tidak hanya memahami bahasa Inggris secara teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam lingkungan akademik dan profesional.***(bgy)