KONI Semarang Perketat Pengawasan Keselamatan Atlet Paralayang di Porprov Jateng 2026

InShot_20261031_115203857
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Keselamatan atlet menjadi perhatian serius KONI Kota Semarang dalam menghadapi pertandingan cabang olahraga (cabor) paralayang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Mengingat paralayang memiliki tingkat risiko tinggi, pengamanan dan pemantauan atlet dilakukan secara lebih intensif selama pertandingan berlangsung.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah menghadirkan tim medis KONI Kota Semarang secara langsung di lokasi pertandingan.

Pendampingan dilakukan sejak aktivitas penerbangan dimulai pada pagi hari hingga seluruh rangkaian pertandingan berakhir atau window close.

Pelatih Tim Paralayang Kota Semarang, M. Yunus, mengatakan kehadiran tim medis tersebut menjadi bentuk keseriusan kontingen Semarang dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama atlet berada di udara maupun setelah mendarat.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Ajak 96 Anak Yatim Nobar Film Children of Heaven, Tanamkan Nilai Empati dan Kasih Sayang

Menurutnya, tim medis KONI Kota Semarang menjadi satu-satunya tim medis dari daerah peserta yang memberikan pendampingan langsung secara penuh di area pertandingan.

“Dari tim medis sekarang lebih banyak. Tim medis dari Kota Semarang di sini satu-satunya tim medis dari daerah yang mendampingi langsung mulai pagi sampai window close. Kota lain tidak ada,” ungkap Yunus.

Tidak hanya mengandalkan kesiapan tenaga medis, aspek keselamatan juga dipersiapkan melalui peningkatan kemampuan atlet dalam menghadapi situasi darurat.

Seluruh atlet Kelas A telah mendapatkan pembekalan khusus melalui pelatihan Simulation d’Incident en Vol (SIV).

Pelatihan tersebut bertujuan membangun kemampuan atlet dalam mengendalikan diri, mengambil keputusan, serta menghadapi berbagai kondisi tidak terduga ketika melakukan penerbangan.

Yunus menjelaskan, paralayang merupakan olahraga yang sangat bergantung pada kondisi alam dan cuaca.

Baca Juga:  Kurasi Musik Semarang Vol. 1 Sukses Digelar, Buka Jalan Musisi Indie ke Industri Nasional

Karena itu, atlet harus memiliki keterampilan khusus untuk menghadapi perubahan cuaca ekstrem maupun gangguan pada parasut saat berada di udara.

“Olahraga kita kan olahraga alam. Atlet wajib ikut sekolah SIV untuk melatih ketenangan saat menghadapi cuaca buruk atau kondisi parasut bermasalah. Mereka dilatih mengambil keputusan dengan tenang di kondisi yang benar-benar tidak bagus,” jelasnya.

Dari sisi perlengkapan, setiap atlet juga diwajibkan menggunakan perangkat keselamatan sesuai standar internasional.

Peralatan tersebut meliputi parasut cadangan, harness, helm, perangkat komunikasi, hingga alat pelacak berbasis GPS.

Keberadaan perangkat komunikasi dan GPS menjadi sangat penting, terutama ketika atlet mengikuti nomor open distance yang memungkinkan mereka mendarat di lokasi berbeda dan sulit diprediksi sebelumnya.

Baca Juga:  UCAC Universitas Semarang  Sukses Gelar Pembekalan Wisuda Ke-72

Dengan teknologi tersebut, tim pelatih dapat mengetahui posisi atlet sekaligus memantau kondisi mereka melalui sistem pelacakan secara langsung.

“Apalagi untuk nomor open distance, kita tidak tahu atlet landing di mana. Tapi dengan alat komunikasi dan tracker GPS yang terbaca di sistem, kondisi dan keberadaan atlet bisa terus kita pantau secara real-time,” tambah Yunus.

Berbagai langkah antisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya KONI Kota Semarang dalam menciptakan pertandingan yang aman bagi seluruh atlet.

Di tengah tuntutan meraih prestasi pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026, keselamatan tetap menjadi prioritas utama, khususnya bagi atlet yang bertanding pada cabang olahraga dengan risiko tinggi seperti paralayang.***