USM Perkuat Strategi Internasionalisasi untuk Akselerasi Kemajuan Perguruan Tinggi

InShot_20261106_004722135
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) terus berupaya memperkuat daya saing perguruan tinggi melalui pengembangan strategi internasionalisasi.

Upaya tersebut dibahas dalam kuliah umum bertajuk “Strategi Internasionalisasi untuk Akselerasi Kemajuan Perguruan Tinggi” yang digelar di Ruang Teleconference Lantai 8, Gedung Menara Prof. Dr. H. Muladi, S.H., USM, Jumat (30/10/2026).

Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber utama Staf Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Suparto, Ph.D. Kegiatan ini dihadiri Rektor USM, Dr. Supari, S.T., M.T., serta sejumlah akademisi dan peserta dari lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Rektor USM, Dr. Supari, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kemajuan institusi.

Menurutnya, upaya tersebut perlu didukung dengan kemauan untuk belajar dari berbagai pihak yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pengembangan perguruan tinggi.

“Kehadiran beliau (Suparto) sangat bermanfaat bagi USM untuk mendapatkan wawasan dan masukan mengenai strategi pengembangan perguruan tinggi melalui internasionalisasi,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Suparto menjelaskan bahwa internasionalisasi merupakan proses bertahap yang membutuhkan arah dan strategi yang jelas.

Perguruan tinggi harus membangun orientasi global, memperluas jejaring, memperoleh pengakuan internasional, hingga mencapai keunggulan akademik yang diakui secara global.

Ia memaparkan empat fase menuju World-Class University. Fase pertama adalah International Awareness, yakni membangun kesadaran dan orientasi global.

Fase kedua, International Exposure, yang berfokus pada perluasan pengalaman, jejaring, dan aktivitas global.

Selanjutnya, fase ketiga adalah International Recognition, yaitu memperoleh pengakuan atas mutu dan kontribusi akademik.

Adapun fase keempat adalah World-Class University, yang ditandai dengan pencapaian keunggulan akademik yang kompetitif dan diakui secara global.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Ucapkan Terima Kasih Kepada Polrestabes di Peringatan Hari Hari Bhayangkara ke-79

“Ada empat fase menuju World-Class University. Setiap fase membutuhkan proses dan strategi yang terarah agar perguruan tinggi mampu meningkatkan kualitas serta daya saingnya di tingkat internasional,” jelasnya.

Selain itu, Suparto menguraikan tiga strategi pengembangan jejaring yang dapat diterapkan perguruan tinggi.

Pertama, Waterfall Strategy, yakni mengembangkan kemitraan secara bertahap dengan memperdalam hubungan sebelum memperluas jejaring.

Kedua, Sprinkler Strategy, yaitu menjangkau banyak mitra atau negara dalam waktu relatif bersamaan untuk memperluas eksposur sekaligus memetakan peluang kerja sama.

Ketiga, Wheel Strategy, yakni membangun ekosistem kolaborasi multipihak yang saling terhubung, termasuk melalui konsorsium dan kegiatan riset bersama.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah konsep strategi Ngluthus. Melalui analogi pengemudi, Suparto menjelaskan tiga tipe pendekatan dalam menghadapi peluang dan hambatan.

Tipe pertama, Business as Usual, menggambarkan sikap yang hanya mengikuti arus. Tipe kedua, Proactive, menunjukkan kemampuan mencari peluang, tetapi masih berhenti ketika menghadapi hambatan.

Sementara tipe ketiga, Ngluthus, menggambarkan keberanian membaca peluang dan mencari jalan alternatif yang tetap sesuai aturan untuk mewujudkannya.

Menurut Suparto, konsep Ngluthus memiliki enam prinsip operasional, yakni Notice Opportunities atau kepekaan membaca peluang, Go Beyond Routine atau tidak terjebak dalam kebiasaan administratif, Leverage Resources atau memanfaatkan jejaring dan sumber daya yang tersedia, Unlock Constraints atau mengurai hambatan, Take Calculated Action atau mengambil tindakan dengan risiko yang diperhitungkan, serta Harvest, Upgrade, Sustain atau menghasilkan manfaat, memperbaiki model, dan menjaga keberlanjutan keberhasilan.

Baca Juga:  LPTQ Kota Semarang Gelar Rakerda 2025, Mantapkan Konsolidasi Jelang MTQ Provinsi dan Nasional

Ia menegaskan, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengejar pengakuan internasional. Pengembangan institusi dan kolaborasi global juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta masyarakat.

Karena itu, penguatan jejaring menjadi salah satu aspek penting. Perguruan tinggi perlu membangun hubungan dengan berbagai mitra strategis dan mengembangkan peluang kolaborasi secara berkelanjutan.

Diskusi kuliah umum tersebut juga menghadirkan pengalaman Prof. Dr. Ir. Rohadi, M.P., yang membagikan kisahnya saat menerima kunjungan tamu dari salah satu universitas di Belanda ke USM.

Dalam kunjungan tersebut, tamu memberikan apresiasi terhadap kegiatan penerimaan mahasiswa baru di USM yang berlangsung semarak.

Ia juga mengamati interaksi antarmahasiswa di lingkungan kampus yang dinilai memiliki suasana berbeda dibandingkan pengalaman yang biasa dijumpai di Belanda.

Pengalaman itu menjadi refleksi bahwa USM memiliki karakter dan keunikan tersendiri yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik di tingkat internasional.

“USM juga memiliki peluang untuk dikenal di tingkat internasional melalui keunggulan dan identitas yang dimilikinya,” kata Prof. Rohadi.

Selain menghadirkan narasumber dari Kemendiktisaintek RI, kegiatan tersebut juga menghadirkan President Director PT Chindo Center Education and Cooperation, Mr. Grant Wu.

Pada kesempatan yang sama, Maxhub Company memperkenalkan teknologi pembelajaran melalui demonstrasi perangkat smart classroom.

Presentasi tersebut melibatkan empat perwakilan Maxhub, yakni Regional Director of SEA & SA Region Mr. Joe, Country Manager Indonesia Mr. Joeco, Business Development Manager Ms. Pientha, serta Pre-Sales Manager Mr. Faisal.

Baca Juga:  UNDIP tambah 36 Gubes, Siapa Mereka dan Apa Kepakarannya?

Dalam demonstrasinya, tim Maxhub memperkenalkan sejumlah perangkat dan fitur yang dirancang untuk mendukung pembelajaran interaktif di perguruan tinggi.

Teknologi yang diperkenalkan meliputi televisi interaktif dengan layar sentuh, kamera terintegrasi, serta kamera portabel yang dilengkapi sensor gerak dan fitur deteksi otomatis untuk mengenali aktivitas di ruang kelas.

Melalui teknologi tersebut, kamera dapat mengikuti aktivitas pembelajaran secara otomatis tanpa memerlukan operator khusus.

Sistem smart classroom ini juga memungkinkan dosen mengakses berbagai materi melalui internet serta memanfaatkan platform pembelajaran daring, seperti Zoom dan Microsoft Teams. Tim Maxhub turut mendemonstrasikan penggunaan DeepSeek AI untuk membantu pencarian dan pengolahan materi pembelajaran.

Fitur lainnya mencakup kemampuan menghitung jumlah mahasiswa dan mendokumentasikan aktivitas pembelajaran. Seluruh kegiatan di kelas dapat direkam sehingga materi pembelajaran bisa digunakan kembali sesuai kebutuhan.

Dosen juga dapat menelusuri dan merangkum materi melalui layar interaktif tanpa harus menggunakan papan tulis konvensional. Bahkan, materi yang telah ditelusuri dan disampaikan selama pembelajaran dapat dirangkum secara otomatis menjadi presentasi PowerPoint.

Maxhub turut memperkenalkan fitur penerjemahan otomatis ke berbagai bahasa. Fitur ini diharapkan dapat mendukung komunikasi dan proses pembelajaran yang melibatkan peserta dari latar belakang bahasa berbeda.

Demonstrasi tersebut memberikan gambaran mengenai pemanfaatan teknologi interaktif dan kecerdasan buatan dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi.

Melalui kuliah umum dan pengenalan teknologi tersebut, USM memperoleh wawasan mengenai pentingnya strategi internasionalisasi, penguatan kolaborasi global, serta pemanfaatan inovasi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi.***(bgy)