Bandara Jendral Ahmad Yani Semarang Resmi Jadi Airport Internasional, Wali Kota Semarang Ucapkan Terimakasih Kepada Presiden Prabowo

InShot_20250428_090614787
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. menyambut gembira dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas penetapan bandara Jenderal Ahmad Yani menjadi bandar udara internasional.

Sebagaimana diketahui Pemerintah telah resmi menetapkan Bandar Udara atau Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai Bandara Internasional per 25 April 2025 bersama Bandara S. M. Badaruddin II Palembang dan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Bangka Belitung.

Penetapan tersebut didasarkan pada pertimbangan strategis nasional untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses investasi, perdagangan, dan pariwisata, serta mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Baca Juga:  Imlek dan Ramadhan Berdekatan, Jadi Momentum Perkuat Toleransi di Kota Semarang

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri Perhubungan dan juga Bapak Gubernur Jawa Tengah atas penetapan Bandara Ahmad Yani Semarang sebagai Bandara Internasional,” kata Wali Kota Semarang, Minggu, 27 April 2025.

Wali Semarang yang akrab disapa Agustina itu juga menuturkan jika penetapan ini merupakan momentum emas untuk membawa Semarang lebih mendunia.

Baca Juga:  Tim Universitas Brawijaya Juara Kompetisi Genetic 2025 di USM

“Harapannya, dengan penetapan bandara Jenderal Ahmad Yani ini akan mempercepat arus wisatawan manca negara, memperluas ekspor produk lokal, serta memperkuat posisi Jawa Tengah khususnya Kota Semarang di peta perdagangan internasional,” jelasnya.

Sebagai informasi bahwa, melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 tahun 2025, status baru Bandara Jenderal Ahmad Yani ini menandai tonggak penting dalam upaya mendorong kota Semarang menjadi salah satu pusat konektivitas global di Indonesia.

Bandara Jenderal Ahmad Yani ini sebelumnya hanya melayani penerbangan internasional untuk kepentingan terbatas, seperti penerbangan umrah saja.

Baca Juga:  Polisi Berhasil Membongkar Sindikat Pembuatan SIM Palsu di Lampung

Namun, setelah pengembangan terminal baru yang diresmikan pada tahun 2018, kapasitas terminal melonjak hingga lebih dari 6 juta penumpang per tahun.

Mengusung konsep eco-airport pertama di Indonesia, terminal baru Bandara Jenderal Ahmad Yani memanfaatkan energi ramah lingkungan seperti panel surya dan sistem pengolahan air.

Lokasi yang strategis di pesisir Utara Jawa Tengah, membuat bandara ini ideal sebagai gerbang ekspor-impor komoditas industri dan hasil bumi.***