UKM Pilus Universitas Semarang Sukses Menggelar Penyuluhan Anti Narkoba di SMPN 34 Semarang
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Layanan Konseling (UKM Pilus) Universitas Semarang (USM) menggelar Penyuluhan Antinarkoba, di SMPN 34 Semarang Jalan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan Semarang, belum lama ini.
Kegiatan diikuti 288 siswa baru itu bertajuk ”Menguatkan Ketahanan Mental dan Moral Pelajar Sebagai Benteng Pertama Melawan Narkoba”.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Semarang, Chandra Eka Sariningsih, S.Sos., M.A..
Ketua UKM Pilus USM, Isniwati mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pelajar mengenai bahaya narkoba, baik dari sisi kesehatan fisik dan mental, maupun dari dampak sosial dan hukum yang ditimbulkannya.
Selain itu juga peserta diajak mengenali strategi pencegahan melalui pendekatan edukatif serta penguatan ketahanan pribadi.
”Kami berharap, melalui kegiatan ini, para pelajar mampu membangun kesadaran sejak dini untuk menjauhi narkoba dan memperkuat ketahanan moral serta mental, demi mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif,” kata Isniwati.
Sementara itu, Kepala SMPN 34 Semarang, Arbaa Isnani Nuraini, S.pd., meminta agar para siswa tidak terpengaruh oleh rasa penasaran terhadap narkoba.
”Semoga dengan adanya penyuluhan ini, para siswa bisa menghindari narkoba, bukan malah penasaran dan mencoba. Sebab, jika sudah terjerumus, hukumannya cukup berat,” ujar Arbaa.
Tak hanya itu, Chandra Eka Sariningsih mengatakan bahwa banyak jenis-jenis narkoba yang beredar di masyarakat.
Dampak yang ditimbulkan akibat mengonsumsi narkoba bisa jangka pendek dan jangka panjang.
”Itulah pentingnya menjaga ketahanan mental sejak usia remaja,” ungkap Chandra.
Dalam kesempatan itu, Chandra tak hanya mengedukasi, tapi juga memberikan motivasi yang menggugah hati peserta.
”Mengenal, menerima, dan mengelola diri itu butuh proses. Setiap orang bertumbuh dalam cara dan waktunya masing-masing. Kuncinya adalah tetap tenang dan fokus pada tujuan, serta tidak menjadikan narkoba sebagai jalan keluar dari masalah,” tuturnya.
Kegiatan semakin menarik dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab, serta permainan interaktif yang mendorong siswa untuk lebih aktif memahami materi.***(bgy)
