Pemerintah Kota Semarang Bersama Bank Indonesia Gelar Gerakan Pangan Murah dan Kempling Semar Untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

InShot_20250815_165638689
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah (Jateng) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 1.530 titik RW se-Kota Semarang, belum lama ini.

Program ini menjadi langkah strategis menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah tren kenaikan harga beras serta komoditas lainnya, sekaligus mendekatkan akses pangan murah, aman, dan berkualitas hingga ke tingkat RW.

Pembukaan GPM dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Bumirejo, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng P, Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng Andi Reina Sari, Ketua Perum BULOG Cabang Semarang Rendy Ardiansyah, jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Semarang, pelaku usaha pangan, dan UMKM lokal.

Secara keseluruhan, di 1.530 titik RW, BULOG menyalurkan 15.149 kemasan beras SPHP @5 kg dengan total 75,745 ton. Selain beras, juga dijual komoditas pangan maupun non pangan melalui UMKM setempat.

Baca Juga:  Jelang Ramadan 1445H, Ferry Wawan Cahyono : Momentum Memperkokoh Persaudaraan Pasca Pemilu

Pada GPM di Kelurahan Pudakpayung sendiri tersedia kebutuhan pokok seperti bawang merah, bawang putih, minyak goreng, dan aneka produk UMKM khas Semarang seperti bandeng presto, otak-otak, jamu tradisional, jajanan pasar, dan kuliner olahan lainnya yang dijual dengan harga terjangkau.

Wali Kota perempuan itu, menegaskan bahwa GPM dan Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) bukan kegiatan seremonial musiman.

“Kegiatan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang menjaga ketahanan pangan, melindungi daya beli masyarakat, dan menciptakan stabilitas harga. Kunci keberhasilan ada pada konsistensi dan inovasi,” kata Agustina.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Andi Reina Sari menambahkan bahwa inflasi Kota Semarang pada Juli 2025 tercatat 0,23% (month to month), dengan bawang merah dan beras menjadi dua dari lima penyumbang utama inflasi.

Baca Juga:  Sinunukan III Gandeng Josant Amd Friend's Law Firm untuk Berikan Akses Layanan Hukum kepada Warga

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BI, BULOG, dan pelaku UMKM sangat penting untuk memastikan pasokan aman dan harga stabil sebelum gejolak harga berdampak luas.

Kota Semarang sendiri mencatat prestasi pengendalian inflasi yang signifikan. Dalam satu tahun terakhir, inflasi berhasil ditekan dari 22% menjadi 6,7%—capaian yang diapresiasi langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi pada High Level Meeting TPID Juli lalu.

Keberhasilan ini didukung program inovatif seperti Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) yang menyediakan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau, BUMP Lumpang Semar Sejahtera yang memangkas rantai distribusi sehingga harga jual petani adil dan harga beli konsumen wajar, serta delapan armada Kempling Semar yang setiap hari menjangkau empat titik RW.

Baca Juga:  Tanamkan Ilmu dan Budi Pekerti, UNDIP Apresiasi Peran Guru PAUD untuk Kemajuan Masa Depan Bangsa

Kegiatan GPM kali ini juga membawa manfaat ganda. Bagi warga, hadirnya pangan aman dan terjangkau di lingkungan terdekat memudahkan akses sekaligus meringankan beban pengeluaran.

Bagi pelaku UMKM, kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus peluang memperluas jaringan pemasaran. Sedangkan bagi pemerintah daerah, program ini menjadi sarana efektif mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat jaringan distribusi pangan hingga ke tingkat RW.

Dengan gerakan ini, Pemkot Semarang berharap tercipta kesadaran bersama akan pentingnya konsumsi pangan aman dan terjangkau.

“Hanya dengan sinergi semua pihak, kita bisa menjaga kesejahteraan warga di tengah dinamika harga pangan,” pungkasnya.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang