Wali Kota Semarang Tekankan Mitigasi Bencana untuk Hadapi Potensi Bencana Alam

InShot_20251122_185929200
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan pentingnya mitigasi bencana guna menghadapi keadaan terburuk kejadian bencana alam. Karena itulah, dirinya meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan seluruh pihak untuk bekerja sama dengan asumsi “the worst situation” atau keadaan terburuk.

“Kita tetap harus siap untuk melakukan mitigasi bencana, itu asumsi kita adalah the worst situation, keadaan terburuk. Sehingga keadaan terburuk itu bila terjadi, kita sudah siap,” ungkap Agustina saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenai kesiapsiagaan bencana pada Rabu, 19 November 2025, di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang.

Baca Juga:  KAI Daop 4 Siapkan Griya Karya untuk Jaga Kebugaran dan Keselamatan Awak Kereta Api

Wali Kota Semarang menyoroti pentingnya membaca dan mengantisipasi prakiraan cuaca dari BMKG hingga akhir tahun, karena mayoritas bencana terjadi karena curah hujan yang tinggi.

“Maka dari itu tugas utama kita adalah membaca prediksi curah hujan yang akan terjadi sampai dengan bulan Desember,” kata Agustina.

Baca Juga:  Yupiland Jelajah Negeri Hadir di Semarang, Suguhkan Dunia Penuh Warna dan “Hujan Yupi” untuk Keluarga

Dirinya juga menginstruksikan agar Dinas Pekerjaan Umum (PU), Disperkim, dan BPBD membuat peta detail wilayah terdampak berdasarkan kejadian banjir yang lalu, mencakup kecamatan, kelurahan, dan RW.

Pemetaan ini bertujuan untuk membuat skenario terburuk dan menyiapkan rencana penanggulangan yang komprehensif.

Baca Juga:  Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang Berikan Remisi Hari Raya Natal 2024 Kepada 25 Orang Warga Binaan

Ia meminta agar mitigasi bencana kali ini itu juga akan memberi pengaruh nuansa terhadap penggambaran infrastruktur.

“Pertanyaan masyarakat terus-menerus mengatakan duitnya kota Semarang banyak, kita disuruh terus-menerus membayar pajak, tetapi masalah banjir itu tidak pernah diselesaikan. Maka saya minta agar mitigasi bencana kali ini juga akan memberi pengaruh nuansa terhadap penggambaran infrastruktur,” tandasnya.***

Sumber : Humas Pemkot Semarang