Wali Kota Semarang Tekankan Mitigasi Bencana untuk Hadapi Potensi Bencana Alam

InShot_20251122_185929200
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan pentingnya mitigasi bencana guna menghadapi keadaan terburuk kejadian bencana alam. Karena itulah, dirinya meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan seluruh pihak untuk bekerja sama dengan asumsi “the worst situation” atau keadaan terburuk.

“Kita tetap harus siap untuk melakukan mitigasi bencana, itu asumsi kita adalah the worst situation, keadaan terburuk. Sehingga keadaan terburuk itu bila terjadi, kita sudah siap,” ungkap Agustina saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenai kesiapsiagaan bencana pada Rabu, 19 November 2025, di Ruang Lokakrida Balaikota Semarang.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Pastikan Kesiapan MTQ Nasional XXXI, Warga Turut Bergerak Sambut Kafilah

Wali Kota Semarang menyoroti pentingnya membaca dan mengantisipasi prakiraan cuaca dari BMKG hingga akhir tahun, karena mayoritas bencana terjadi karena curah hujan yang tinggi.

“Maka dari itu tugas utama kita adalah membaca prediksi curah hujan yang akan terjadi sampai dengan bulan Desember,” kata Agustina.

Baca Juga:  BP2MI Kembali Sidak ke Gudang - Gudang PJT di Semarang, Beri Ultimatum untuk Keluarkan Barang-Barang PMI yang Tertahan

Dirinya juga menginstruksikan agar Dinas Pekerjaan Umum (PU), Disperkim, dan BPBD membuat peta detail wilayah terdampak berdasarkan kejadian banjir yang lalu, mencakup kecamatan, kelurahan, dan RW.

Pemetaan ini bertujuan untuk membuat skenario terburuk dan menyiapkan rencana penanggulangan yang komprehensif.

Baca Juga:  Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng Beri Selamat Kepada USM Karena Telah Menghasilkan Putra-Putri Bangsa Berkualitas

Ia meminta agar mitigasi bencana kali ini itu juga akan memberi pengaruh nuansa terhadap penggambaran infrastruktur.

“Pertanyaan masyarakat terus-menerus mengatakan duitnya kota Semarang banyak, kita disuruh terus-menerus membayar pajak, tetapi masalah banjir itu tidak pernah diselesaikan. Maka saya minta agar mitigasi bencana kali ini juga akan memberi pengaruh nuansa terhadap penggambaran infrastruktur,” tandasnya.***

Sumber : Humas Pemkot Semarang