USM LCC Jajaki Kerja Sama Pelatihan Bahasa dengan PT Donlim Technology Indonesia

InShot_20260423_111101000
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM Language and Culture Center/LCC) melakukan kunjungan ke PT Donlim Technology Indonesia (DTI) di kawasan Jatengland Industrial Park Sayung, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Kamis, 16 April 2026.

Kunjungan tersebut merupakan langkah awal penjajakan kerja sama antara LCC dan DTI, khususnya dalam penyelenggaraan pelatihan Bahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan tersebut.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Raih Peringkat Pertama dan Sabet Penghargaan Terbaik GM-DTGI 2025

Tim LCC yang hadir terdiri atas Direktur Adi Ekopriyono, Wakil Direktur Shanti Widayani, Marketing Adiprana Yogatama, serta Bendahara Hermin Anggraini.

Rombongan juga didampingi oleh Vicent, seorang penutur asli (native speaker) dari Taiwan.

Direktur LCC Adi Ekopriyono mengatakan, program pelatihan Bahasa Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi tenaga kerja asing, baik dalam lingkungan kerja maupun interaksi sehari-hari.

“LCC terbuka untuk perusahaan-perusahaan yang ingin meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing,” ujarnya.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Tingkatkan Kolaborasi Bersama Seluruh Stakeholder Pariwisata untuk Memperkuat Pengembangan Destinasi Wisata

Ia menambahkan, kerja sama yang dijajaki tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan ke bidang lain, seperti penyelenggaraan job fair maupun program kolaboratif lainnya.

PT Donlim Technology Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai peralatan rumah tangga elektronik, seperti oven, blender, hingga mesin kopi. Produk-produk tersebut dipasarkan ke berbagai negara di dunia.

Baca Juga:  Wali Kota Pekanbaru Minta RT-RW Ingatkan Masyarakat, Buang Sampah pada Tempatnya

Perusahaan ini merupakan bagian dari salah satu produsen peralatan rumah tangga terkemuka asal Tiongkok.

Saat ini, DTI mempekerjakan sekitar 4.000 tenaga kerja lokal yang berasal dari Demak dan sekitarnya, serta lebih dari 200 tenaga kerja asing dari Tiongkok.

Dengan komposisi tenaga kerja tersebut, kebutuhan akan kemampuan berbahasa Indonesia dinilai penting, terutama untuk mendukung komunikasi terkait proses produksi, pemasaran, serta interaksi kerja sehari-hari.***(bgy)