Aduan Warga Ditindaklanjuti, Pemerintah Kota Semarang Keruk Drainase Gajah Raya

InShot_20260426_081856394
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Semarang bergerak cepat menindaklanjuti aduan warga terkait tingginya sedimentasi di saluran drainase sepanjang Jalan Gajah Raya. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk melakukan pembersihan secara intensif.

Tim DPU segera diterjunkan ke lokasi dengan membawa alat berat serta armada pengangkut guna mempercepat proses pengerukan.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyumbatan aliran air yang dapat memicu genangan.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu menjelaskan, pengerukan sedimentasi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan DPU di sejumlah titik rawan. Menurutnya, sedimentasi kerap kembali muncul usai hujan.

Baca Juga:  GIIAS Semarang Jadi Momen Bagi Daihatsu Untuk Perkuat Komitmen Tanggung Jawab Sosial di Jawa Tengah

“Kami memang secara rutin melakukan pengerukan sedimen di saluran air. Setiap habis hujan, biasanya sedimentasi kembali muncul. Kalau tidak segera dibersihkan, aliran air bisa tersumbat,” kata Agustina.

Selain faktor sedimentasi, Agustina juga menyoroti keberadaan bangunan penyambung jalan masuk (PJM) yang menutup sebagian drainase dan menghambat aliran air.

Untuk kondisi tersebut, petugas biasanya melakukan pengerukan secara manual.

“Kalau ada hambatan seperti akses tertutup, kami tangani dengan cara manual. Tapi kalau memungkinkan, kami gunakan alat berat agar lebih cepat,” jelasnya.

Ia menegaskan, respons cepat terhadap laporan warga merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) DPU, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga:  Nongkrong Lebih Asik! UbeatZ Café Cabin Tawarkan Sensasi Ngopi dengan Nuansa Musik di Queen City Mall

“Begitu ada laporan dan kondisi mendesak, kami instruksikan rekan-rekan DPU untuk langsung bergerak. Itu sudah menjadi SOP kami,” katanya.

Tak hanya di Jalan Gajah Raya, sejumlah wilayah di Semarang Timur juga menjadi prioritas penanganan, seperti Muktiharjo Kidul, Muktiharjo Lor, hingga kawasan Genuk yang kerap terdampak genangan.

Untuk mendukung proses pembersihan, DPU menyiapkan berbagai peralatan berat, antara lain excavator long arm, excavator amphibi, backhoe loader, hingga dump truck untuk mengangkut hasil pengerukan.

“Kami sesuaikan alat dengan kondisi di lapangan. Kalau sungai, biasanya pakai excavator amphibi. Kalau drainase jalan, bisa pakai alat lain. Semua langsung kami angkut dengan dump truck agar tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Grand Candi Hotel Semarang Buka Layanan Pick Up Point, Mudahkan Konsumen

Agustina menambahkan, pihaknya telah memiliki daftar prioritas pembersihan drainase yang disusun setiap tahun. Namun, laporan masyarakat tetap menjadi acuan penting dalam menentukan percepatan penanganan.

“Masyarakat bisa menyampaikan aduan melalui berbagai kanal yang tersedia. Nanti kami sesuaikan dengan tingkat urgensinya. Kalau memang prioritas, akan langsung kami tangani,” katanya.

Ia berharap langkah cepat ini mampu meminimalkan risiko genangan serta menjaga kelancaran aliran air, terutama di tengah curah hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah.***