Prof. Kesi Dorong Perempuan Jadi Inspiratif dan Berdaya di Era Digital

InShot_20260428_193214196
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, S.E., M.M., mengajak perempuan Indonesia untuk menjadi pribadi yang inspiratif dan berdaya guna di tengah perkembangan era digital.

Hal tersebut disampaikan dalam talkshow di Radio USM Jaya FM pada Senin, 20 April 2026 yang mengangkat tema “Relevansi Perjuangan Raden Ajeng Kartini di Era Modern.”

Diskusi ini menyoroti tantangan perempuan dalam menghadapi kemajuan teknologi serta dinamika global.

Dalam perbincangan yang dipandu penyiar Elsa Safira, Prof. Kesi menekankan pentingnya peran perempuan dalam memberikan dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Tim PkM USM Beri Pendampingan Teknis Pemasangan Batu Belah untuk Perbaikan Longsor Dinding Penahan Jalan Semarang-Godong

“Perempuan tidak harus sempurna, tetapi harus mampu menginspirasi. Berdaya guna dan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan Indonesia perlu menjaga karakter kelembutan dan etika yang menjadi ciri budaya timur. Namun di sisi lain, mereka juga dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk menghadapi kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

Dalam bidang pendidikan, Prof. Kesi menyoroti peran Universitas Semarang (USM) dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Baca Juga:  Pupuk Indonesia Niaga perkuat komitmen anti penyuapan

Ia mendorong mahasiswi, yang disebutnya sebagai “Kartini muda”, untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba berbagai peluang baru.

“Mahasiswi harus berani berkarya dan memiliki semangat entrepreneurship. Dengan berwirausaha, kita tidak hanya memberdayakan diri sendiri, tetapi juga orang lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai peluang perempuan untuk menempati posisi strategis saat ini semakin terbuka. Meski demikian, perempuan tetap perlu meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing secara optimal.

Prof. Kesi juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi perempuan Indonesia, seperti budaya malu dan kecenderungan kurang proaktif.

Baca Juga:  Ketua PC GP Ansor Semarang Merespon Isu Agama Yang Beredar Melalui SMS Jelang Pilwalkot 2024

Ia menegaskan pentingnya keberanian dalam mengambil inisiatif dan memanfaatkan peluang yang ada.

Menutup talkshow, Prof. Kesi mengajak perempuan Indonesia untuk terus menghidupkan semangat perjuangan Kartini melalui karya dan kontribusi nyata.

“Semangat Kartini harus terus kita hidupkan. Kita harus mampu bertahan, maju, dan sukses, serta ikut memajukan Indonesia,” pungkasnya.

Ia berharap, talkshow tersebut dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi perempuan muda, untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa di era modern.***(bgy)