IKA Lemhannas Jateng dan Forum LPMK Banyumanik Luncurkan Gerakan Digital Pemaknaan Pancasila untuk Gen Z

InShot_20260601_232654930
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni, Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kecamatan Banyumanik berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Lemhannas Jawa Tengah, Pemerintah Kecamatan Banyumanik, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang meluncurkan gerakan berbasis digital untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Pancasila sekaligus respons terhadap perubahan cara pandang pelajar, Generasi Milenial, dan Generasi Z dalam memaknai dasar negara di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi.

Penyelenggara menilai, pembacaan teks Pancasila dalam upacara bendera selama ini belum cukup untuk membangun penghayatan yang mendalam apabila tidak disertai metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga:  Sebagai Ajang Olahraga untuk Persatuan dan Semangat Kebersamaan, DPD PSI Kota Semarang Sukses Menggelar Tournament Solidarity Mini Soccer Cup 2026

Perbedaan tingkat pemahaman antara generasi pendiri bangsa dan generasi muda saat ini menjadi salah satu latar belakang lahirnya kegiatan bertajuk “Pemantapan Nilai-Nilai Pancasila bagi Pelajar dan Remaja”.

Program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kreativitas, kemampuan teknologi informasi, dan pola kerja cepat generasi muda ke dalam aktivitas yang positif dan produktif.

Ketua IKA Lemhannas Jawa Tengah, Sri Puryono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya konkret untuk menjaga dan merawat nilai-nilai Pancasila agar tetap hidup dalam kehidupan generasi penerus bangsa.

Baca Juga:  Ponpes Askhabul Kahfi Teguhkan Jiwa Nasionalisme Lewat Kirab Kebangsaan Hari Santri 2025

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan pengamalan nilai-nilai gotong royong, toleransi, serta musyawarah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi pelajar dan remaja di Kecamatan Banyumanik dan Kota Semarang pada umumnya,” ujar Sri Puryono.

Sebagai bagian dari program tersebut, panitia menggelar Lomba Video Pendek dengan tema “Cerita Kita, Nilai Pancasila”.

Kompetisi ini menjadi wadah kreativitas digital bagi pelajar dan remaja untuk mengekspresikan implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar.

Peserta yang berasal dari kategori SMP, SMA, dan Karang Taruna diminta membuat video berdurasi 30 hingga 90 detik yang menggambarkan praktik nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  ‎Banyak Anggota DPRD Jateng Baru, Diharapkan Bisa Bawa Dampak Baik Bagi Masyarakat

Sebagai puncak kegiatan, sebanyak 100 peserta terbaik akan diundang mengikuti Diskusi Remaja bertema “Pancasila bagi Generasi Milenial dan Gen Z”.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital.

Sri Puryono menambahkan, pendekatan berbasis teknologi digital menjadi langkah strategis agar Pancasila tidak hanya dipahami sebagai hafalan formalitas, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui terobosan berbasis teknologi digital ini, diharapkan Pancasila tidak lagi dipandang sebagai hafalan formalitas belaka, melainkan menjelma menjadi gaya hidup dan pemandu moralitas yang organik bagi generasi muda Kota Semarang dalam menjawab tantangan masa depan,” pungkasnya.***