Dua Pemancing Tenggelam di Bendung Karet Kalijajar Demak, Satu Ditemukan Meninggal

InShot_20260610_164612601
Bagikan:

DEMAK, (Harianterkini.id) – Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua pemancing yang dilaporkan tenggelam di area Bendung Karet Sungai Kalijajar, Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.

Dari dua korban yang hanyut, satu orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.

Kedua korban diketahui bernama Budi Santoso (46), warga Betokan, Krajan RT 02 RW 01, Kabupaten Demak, dan Muklisin (60), warga Desa Pasuruan Lor RT 01 RW 05, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Selasa, 9 Juni 2026 pagi dan segera mengerahkan satu tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan operasi pencarian.

Baca Juga:  Realisasikan Janji Kampanye, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Serahkan Bantuan Operasional Bisyaroh kepada 6.572 Penerima

“Pagi ini kami menerima informasi adanya orang hanyut tadi malam dan langsung mengirimkan satu tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat kedua korban bersama sejumlah rekannya memancing di area Bendung Karet Kalijajar pada Senin, 8 Juni 2026 malam.

Saat itu, Budi Santoso memilih memancing di bagian tengah bendung yang terbuat dari karet berisi udara.

Sekitar pukul 23.30 WIB, genset yang berfungsi sebagai pompa pengisi udara bendung karet tiba-tiba mati. Akibatnya, bendung mulai mengempis secara perlahan.

Menyadari kondisi tersebut, Budi Santoso berupaya kembali ke tepian sungai. Namun saat berjalan di atas bantalan karet bendung, ia terpeleset dan hanyut ke sungai yang memiliki kedalaman sekitar empat meter.

Baca Juga:  Mahasiswa Ilmu Komunikasi FTIK USM Gelar Kampanye Budaya Batik di TK Islam Sabila Semarang

Melihat rekannya tenggelam, Muklisin berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, ia juga terpeleset dan ikut terseret arus sungai hingga tenggelam.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menyisir area sungai menggunakan perahu karet serta pencarian darat di sepanjang bantaran sungai.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada pukul 13.15 WIB ketika korban pertama, Budi Santoso, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Alhamdulillah sekitar pukul 13.15 WIB, korban atas nama Budi Santoso berhasil ditemukan oleh tim SAR. Namun korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Budiono.

Baca Juga:  Rayakan Imlek Tahun Kuda Api, ARTOTEL Suites Bianti Suguhkan Feast of Fortune

Sementara itu, hingga Selasa sore, korban kedua atas nama Muklisin belum ditemukan.

Operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi minim penerangan yang dinilai dapat menghambat efektivitas pencarian.

“Malam ini pencarian atas nama Muklisin kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan besok. Semoga cuaca cerah dan arus sungai lebih landai sehingga korban dapat segera ditemukan,” tutup Budiono.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih bersiaga dan akan melanjutkan operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.***