Expo KKN Tematik VI USM Pamerkan Lebih dari 90 Inovasi untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Mitigasi Bencana

InShot_20260617_230834432
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) menggelar Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik VI Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Ir. Widjamoko USM, Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi lebih dari 180 mahasiswa untuk memamerkan lebih dari 90 karya inovasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan mitigasi bencana.

Expo yang merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-39 USM itu mengusung tema “Integrasi Peningkatan Perekonomian Masyarakat dan Mitigasi Bencana Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.

Berbagai inovasi yang ditampilkan merupakan hasil implementasi program KKN Tematik di empat kelurahan pada dua kecamatan di Kota Semarang.

Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., mengatakan Expo KKN Tematik menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai inovasi yang telah dikembangkan selama menjalankan program pengabdian.

Baca Juga:  Lewat Program Ketahanan Pangan Keliling Semarang, Warga Bisa Dapat Beras dan Sayur Dengan Harga Terjangkau

“Hari ini diselenggarakan Expo KKN Tematik VI USM yang diikuti lebih dari 180 peserta. Inovasi yang dihasilkan dari peserta KKN lebih dari 90 karya inovasi,” katanya.

“Semoga ini tidak berhenti di expo hari ini saja, tetapi bisa berintegrasi melalui ekonomi yang berkelanjutan dan lingkungan yang bernilai ekonomi,” imbuhnya.

Menurut Haslina, hasil-hasil inovasi tersebut diharapkan terus dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Selain itu, expo juga diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Saya berharap expo ini bisa menjembatani antara USM, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kegiatan seperti ini harus ada keberlanjutannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Puncak Harganas ke-31, Pemprov Jateng Tegaskan Tekad Turunkan Stunting

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T., menjelaskan bahwa KKN Tematik USM tidak hanya berorientasi pada kegiatan pengabdian yang bersifat seremonial, tetapi diarahkan untuk membangun ketahanan masyarakat secara berkelanjutan dan selaras dengan program Pemerintah Kota Semarang.

Melalui program tersebut, mahasiswa didorong menjadi agen pemberdayaan masyarakat dengan mendampingi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), digitalisasi pemasaran, penguatan ekonomi kreatif, hingga memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Tujuannya menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan sosial maupun kebencanaan,” ujarnya.

Mudjiastuti menambahkan, seluruh program yang dijalankan mahasiswa disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat agar mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.

Baca Juga:  USM Kukuhkan 1.267 Wisudawan pada Wisuda Ke-76, Siapkan Lulusan Unggul dan Berdaya Saing

Dari pelaksanaan KKN Tematik tersebut, berbagai luaran berhasil dicapai, di antaranya sembilan sertifikat halal, delapan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM, tiga hak cipta, serta tujuh artikel ilmiah.

Selain penguatan ekonomi masyarakat, mahasiswa juga menghasilkan berbagai inovasi di bidang mitigasi bencana.

Salah satunya adalah alat deteksi longsor yang dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Sipil USM.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat turut meningkatkan partisipasi warga dalam mengembangkan potensi lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ia berharap Expo KKN Tematik VI tidak hanya menjadi ajang pameran hasil karya mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah awal pengembangan berbagai inovasi menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.***(bgy)