BYD Gaspol Edukasi Pasar EV di Semarang, Pamer Teknologi DM-i hingga Denza B5

IMG-20260618-WA0007
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – PT BYD Motor Indonesia resmi membuka BYD Tech Culture Fest 2026 di Plaza Gajah Mada, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (17/6/2026).

Setelah sukses diselenggarakan di Jakarta dan Medan, ajang edukasi teknologi otomotif tersebut hadir di Semarang selama lima hari, mulai 17 hingga 21 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya BYD dalam mempercepat adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia melalui pendekatan edukasi sekaligus pengalaman langsung bagi masyarakat untuk mengenal berbagai inovasi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan teknologi plug-in hybrid terbaru yang dikembangkan perusahaan.

Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Puput Widhiatmoko Hadinugroho.

Eagle Zhao mengatakan, Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, merupakan salah satu wilayah strategis dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Menurutnya, tren penggunaan kendaraan listrik di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan.

“Jika tahun lalu masih berada di kisaran 2 persen, kini meningkat menjadi sekitar 8 persen. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi terus bertumbuh,” ujar Eagle.

Baca Juga:  Jenderal Agus Subiyanto Resmi Menjabat KSAD TNI

Ia menambahkan, penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest 2026 diharapkan dapat semakin memperluas pemahaman masyarakat terhadap teknologi kendaraan ramah lingkungan yang saat ini terus berkembang.

Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati beragam zona interaktif yang disiapkan BYD, mulai dari Technology Zone, Exhibition Display, Monster Truck Area, hingga Test Drive Area.

PR Manager PT BYD Motor Indonesia, Oka Mahendra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran kendaraan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat mengenai perkembangan teknologi elektrifikasi.

“Selama lima hari penuh masyarakat memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi seluruh teknologi yang kami hadirkan. Pengunjung dapat melihat langsung berbagai model kendaraan BYD yang dipasarkan di Indonesia sekaligus memahami teknologi yang menjadi fondasi kendaraan listrik maupun hybrid kami,” ujarnya.

Di Technology Zone, pengunjung dapat mempelajari lebih dalam berbagai teknologi unggulan BYD, seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, sistem plug-in hybrid DM-i, hingga platform kendaraan yang menjadi andalan pabrikan asal Tiongkok tersebut.

Baca Juga:  Wujudkan Pemdes Bebas Korupsi, Kejaksaan Kawal Pengelolaan Dana Desa

Sementara pada area Exhibition Display, masyarakat dapat melihat lebih dekat jajaran kendaraan BYD yang dipasarkan di Indonesia, mulai dari desain eksterior hingga interior berbagai model.

BYD juga membuka kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan langsung pengalaman berkendara melalui area test drive dan test ride. Sejumlah model seperti Atto 3, Seal, Sealion, hingga BYD M6 DM-i dapat dicoba secara langsung.

Tak hanya itu, pengalaman berbeda ditawarkan melalui wahana off-road yang memperlihatkan kemampuan Denza B5, SUV berteknologi DMO (Dual Mode Off-road), dalam melintasi berbagai rintangan.

Eagle menjelaskan bahwa teknologi DM-i bukan sekadar diterapkan pada satu produk kendaraan, melainkan sebuah platform yang akan digunakan pada berbagai model BYD di masa mendatang.

“Ke depan kami akan menghadirkan lebih banyak model yang menggunakan platform DM-i untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin beragam,” katanya.

Selain memperkenalkan inovasi teknologi, BYD juga terus memperkuat jaringan bisnisnya di Indonesia.

Perusahaan menargetkan pembangunan sekitar 100 showroom yang akan menjangkau kota-kota tingkat kedua dan ketiga agar akses masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi serta layanan purna jual semakin luas.

Baca Juga:  Setahun Kasus Pembunuhan Iwan Budi, Dirreskrimum Polda Jateng: Masih Terus Diselidiki

Menurut Eagle, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut menjadi faktor yang mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi. Banyak pengguna kendaraan konvensional kini beralih karena mencari kendaraan yang lebih hemat dan efisien.

“Mayoritas konsumen yang melakukan pemesanan merupakan pengguna kendaraan konvensional yang mulai beralih karena mempertimbangkan efisiensi dan biaya operasional yang lebih rendah,” jelasnya.

Pemerintah Kota Semarang menyambut positif penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest 2026.

Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Puput Widhiatmoko Hadinugroho, menilai kendaraan listrik menjadi bagian penting dari masa depan mobilitas perkotaan yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.

“Melalui ajang tersebut, masyarakat Semarang mendapat kesempatan untuk melihat langsung perkembangan teknologi kendaraan elektrifikasi sekaligus memahami arah transformasi transportasi masa depan,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest 2026, BYD berharap dapat memperluas literasi masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi sekaligus mempercepat transisi menuju ekosistem transportasi rendah emisi di Indonesia.***