Pemerintah Kota Semarang Perkuat Drainase Simpang Lima, Upaya Cegah Genangan Saat Musim Hujan
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mengoptimalkan penanganan genangan air di sejumlah titik strategis. Salah satu fokus yang kini menjadi perhatian adalah kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima, dengan memperkuat sistem drainase guna mengurangi potensi genangan saat intensitas hujan tinggi.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam menghadirkan infrastruktur perkotaan yang mampu menunjang kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Selain menjadi ikon Kota Semarang, Simpang Lima juga merupakan pusat aktivitas warga, mulai dari olahraga, rekreasi, hingga kegiatan ekonomi.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, sejumlah pekerjaan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas saluran drainase.
Di antaranya normalisasi saluran gendong yang mengelilingi kawasan Simpang Lima dengan membersihkan sedimentasi, sampah, serta material lain yang menghambat aliran air.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto mengatakan bahwa langkah tersebut bertujuan memperlancar aliran air hujan agar tidak mengendap dan menimbulkan genangan di kawasan pusat kota.
“Normalisasi saluran dilakukan agar kapasitas drainase kembali optimal. Sedimentasi dan tumpukan sampah yang menghambat aliran kami bersihkan sehingga air hujan dapat mengalir lebih cepat menuju saluran pembuangan,” ujarnya, belum lama ini.
Selain normalisasi saluran, DPU juga menambah pipa pembuangan yang menghubungkan saluran gendong dengan saluran di lingkar dalam Lapangan Pancasila Simpang Lima.
Penambahan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengaliran air ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Program ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Pemkot Semarang dalam mengurangi titik-titik genangan di wilayah perkotaan.
Dengan sistem drainase yang semakin baik, aktivitas masyarakat di kawasan Simpang Lima diharapkan tetap berjalan lancar meski memasuki musim penghujan.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, bukan sekadar membangun fasilitas fisik.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat beraktivitas. Pedagang bisa menjalankan usahanya tanpa terganggu genangan, warga dapat berolahraga maupun menikmati suasana Simpang Lima kapan saja, termasuk ketika musim hujan,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu, Kamis, 18 Juni 2026.
“Karena itu, penguatan sistem drainase terus kami lakukan sebagai bagian dari komitmen membangun Kota Semarang yang semakin tangguh menghadapi perubahan cuaca,” imbuhnya.
Menurutnya, Simpang Lima memiliki peran penting sebagai pusat mobilitas sekaligus wajah Kota Semarang.
Oleh sebab itu, kualitas infrastruktur di kawasan tersebut harus terus ditingkatkan agar mampu mendukung aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Agustina menambahkan, Pemkot Semarang akan terus melakukan pemeliharaan serta pemantauan berkala terhadap jaringan drainase, khususnya di lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami genangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan produktif.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian banjir dan genangan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta partisipasi aktif seluruh warga.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Semarang optimistis kawasan Simpang Lima akan semakin siap menghadapi musim penghujan.
Penguatan sistem drainase diharapkan mampu menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi agar tetap berjalan tanpa hambatan.***
