Perkokoh Dakwah Kemanusiaan, PWA Jawa Tengah Gelar Jambore Milad ke-109 di Tawangmangu

InShot_20260625_174038980
Bagikan:

TAWANGMANGU, (Harianterkini.id) – Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Jawa Tengah akan menggelar Jambore Milad ke-109 ‘Aisyiyah dan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada 27–28 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat dakwah kemanusiaan, membangun ketahanan keluarga, serta mendorong transformasi sosial berbasis masyarakat.

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qaryah Thayyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem”, jambore dirancang sebagai ruang konsolidasi gerakan, penguatan kapasitas kader.

Kegiatan tersebut juga sekaligus implementasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selama ini dijalankan ‘Aisyiyah di berbagai daerah.

Ketua PW ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., mengatakan peringatan Milad ke-109 yang bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang tangguh, masyarakat yang berdaya, serta bangsa yang berkemajuan.

“Dakwah kemanusiaan yang dikembangkan ‘Aisyiyah tidak hanya diwujudkan melalui pengajian dan pendidikan, tetapi juga melalui aksi nyata pemberdayaan masyarakat,” Kata Eny, belum lama ini.

“Penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan keluarga, pencegahan stunting, dan pengurangan kemiskinan ekstrem merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, berkeadaban, dan hidup dalam suasana damai,” lanjutnya.

Baca Juga:  Artist Talk Kolektif Hysteria Bersama Yehezkiel Cyndo: Bahas Potensi Pentingnya Rupa Muka Pecinan Semarang sebagai Wisata

Pada pembukaan jambore, panitia mengundang sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Ketua BAZNAS Jawa Tengah KH Ahmad Daroji, Ketua Umum BKOW Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, serta Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Prof. Dr. Casmini.

Melalui forum tersebut, peserta akan memperoleh penguatan wawasan mengenai pembangunan keluarga berkualitas, strategi ketahanan pangan nasional, pencegahan stunting, penguatan dakwah komunitas, hingga optimalisasi zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Ketua Panitia, Dr. Hj. Amiroh, M.Ag., menjelaskan jambore akan diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri atas Pimpinan Harian PW ‘Aisyiyah Jawa Tengah, utusan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Korps Muballighat, Mualaf Center ‘Aisyiyah, serta unsur majelis dan lembaga yang terlibat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga:  Pertama dalam Sejarah, Pemerintah Perioritaskan Pertahanan Negara

Berbeda dengan kegiatan seremonial pada umumnya, jambore tahun ini mengedepankan pendekatan partisipatif melalui aksi langsung di lapangan.

Pada hari kedua, peserta akan melaksanakan kegiatan turba (turun ke bawah) di lima desa yang telah ditetapkan sebagai lokasi pendampingan dan pembelajaran sosial.

“Melalui kunjungan langsung ke masyarakat, peserta akan melaksanakan silaturahmi, survei sosial, pendataan keluarga, observasi potensi desa, identifikasi permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem, serta berdialog dengan tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan warga setempat,” jelas Amiroh.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperoleh gambaran kondisi riil masyarakat, tetapi juga memperkuat basis data dan pemetaan kebutuhan warga sebagai dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran.

Hasil survei dan kajian lapangan dari lima desa itu selanjutnya akan disusun menjadi White Paper atau kertas kebijakan yang memuat potensi, tantangan, rekomendasi program, serta strategi penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan, pencegahan stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Menurutnya, dokumen tersebut diharapkan menjadi bahan advokasi sekaligus rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  FH USM dan Peradi Kembali Gelar PKPA Angkatan XXVIII Secara Virtual

Selain itu, jambore juga menjadi wahana kolaborasi lintas majelis dan lembaga dalam mendukung implementasi program prioritas ‘Aisyiyah.

Sebanyak sepuluh Badan Pembantu Pimpinan (BPP), majelis, dan lembaga akan menghadirkan berbagai program yang terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Untuk mendorong lahirnya inovasi di tingkat daerah, panitia juga menggelar ajang apresiasi praktik baik (best practice) yang meliputi Program Qaryah Thayyibah, Dakwah Digital, Dakwah Komunitas, serta Role Play Biro Konsultasi Keluarga Sakinah.

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi media berbagi pengalaman sekaligus memperluas penerapan program-program unggulan ‘Aisyiyah di seluruh Jawa Tengah.

“Melalui Jambore Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah Jawa Tengah meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan masyarakat,” jelasnya.

“Dengan memperkuat keluarga, mengembangkan ketahanan pangan, serta memperluas gerakan pemberdayaan berbasis komunitas, ‘Aisyiyah berupaya mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, berkeadilan, dan berkemajuan menuju Indonesia yang damai dan berkeadaban,” tandas Amiroh.***(bgy)