Wali Kota Semarang Revitalisasi Simpang Lima, Hadirkan Ruang Publik Modern yang Nyaman dan Ramah Untuk Pejalan Kaki

InShot_20260627_000303835
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah merevitalisasi kawasan Lingkar Luar Simpang Lima guna menghadirkan wajah baru ikon Kota Semarang yang lebih modern, nyaman, hijau, tertata, serta ramah bagi pejalan kaki.

Penataan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi para pedagang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa revitalisasi dilakukan secara menyeluruh agar Simpang Lima tidak hanya menjadi pusat aktivitas masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik yang representatif dan dapat dinikmati seluruh kalangan.

“Simpang Lima adalah wajah Kota Semarang. Karena itu kami ingin menghadirkan kawasan yang lebih nyaman untuk berjalan kaki, lebih teduh, lebih bersih, bebas genangan, sekaligus tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan rekreasi masyarakat,” ujar Agustina, Jumat, 26 Juni 2026.

Dalam proyek revitalisasi tersebut, Pemkot Semarang akan memperlebar jalur pedestrian sehingga lebih aman dan nyaman digunakan pejalan kaki, termasuk penyandang disabilitas.

Baca Juga:  SING GUYUB FEST 2024 Kembali Digelar, Hadirkan Musisi Tanah Air Ternama

Penataan juga mencakup pembangunan sistem drainase baru yang dirancang untuk meminimalkan potensi genangan air saat hujan.

Menurut Agustina, perbaikan sistem drainase menjadi salah satu prioritas karena kawasan Simpang Lima merupakan pusat aktivitas masyarakat yang harus tetap nyaman digunakan dalam berbagai kondisi cuaca.

Selain memperbaiki infrastruktur dasar, Pemkot Semarang juga membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) khusus untuk kawasan kuliner.

Fasilitas tersebut ditempatkan di bawah jalur pedestrian guna mengolah limbah dari aktivitas pedagang sebelum dialirkan ke saluran drainase.

“Kami ingin kawasan kuliner tetap berkembang, tetapi juga semakin bersih dan ramah lingkungan. Limbah dari aktivitas pedagang akan diolah terlebih dahulu sehingga saluran drainase tidak mudah tersumbat oleh minyak maupun sisa kotoran,” jelasnya.

Baca Juga:  Siswa SMKN 3 Semarang Kunjungi Laboratorium Teknik Sipil USM, Kenali Dunia Perkuliahan dan Teknologi Beton

Aspek pelestarian lingkungan turut menjadi perhatian dalam penataan kawasan tersebut.

Pohon-pohon yang sebelumnya berada di sekitar Simpang Lima dipindahkan sementara ke Kebun Bibit Sampangan untuk menjalani perawatan dan masa karantina.

Setelah seluruh pekerjaan selesai, pohon-pohon tersebut akan ditanam kembali sebagai bagian dari lanskap baru kawasan Simpang Lima.

“Kami tidak menghilangkan ruang hijau. Pohon-pohon tetap kami rawat agar nantinya Simpang Lima tetap menjadi kawasan yang rindang, teduh, dan nyaman dinikmati masyarakat,” tegas Agustina.

Selama proses pembangunan berlangsung, para pedagang kaki lima direlokasi sementara ke shelter yang berada di depan eks E-Plaza.

Setelah revitalisasi yang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 selesai, para pedagang akan kembali menempati kawasan Simpang Lima dengan fasilitas yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, Pemkot Semarang juga telah melakukan normalisasi sedimen saluran drainase sejak Januari 2026.

Baca Juga:  Mohammad Agung Ridlo : "Kedaulatan Pangan Berbasis Potensi Lokal"

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengendalian genangan sekaligus mendukung kelancaran proyek revitalisasi.

Agustina berharap masyarakat dapat memberikan dukungan selama proses pembangunan berlangsung.

Menurutnya, penyesuaian yang terjadi saat ini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Simpang Lima sebagai ruang publik yang lebih representatif, nyaman, dan menjadi kebanggaan warga Kota Semarang.

“Ketika revitalisasi ini selesai, masyarakat akan memiliki ruang publik yang lebih nyaman untuk beraktivitas, berolahraga, berkumpul bersama keluarga, maupun menikmati kawasan kuliner,” katanya.

“Pedagang memperoleh fasilitas yang lebih baik, lingkungan menjadi lebih bersih, dan Simpang Lima akan semakin layak menjadi kebanggaan warga Semarang maupun tujuan wisata. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar,” pungkasnya.***