Menko Pangan: Penguasaan Sumber Daya Alam Harus untuk Kemakmuran Rakyat

InShot_20260629_001147985
Bagikan:

Ket.foto: Zulkifli Hasan saat menyampaikan paparannya di acara Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah, di Wonderpark, Tawangmangu, Karangnyar. (Foto: ist)

KARANGANYAR, (Harianterkini.id) – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Indonesia harus mampu mewujudkan swasembada pangan sekaligus menguasai sumber daya alam (SDA) demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan fondasi penting dalam menjaga kedaulatan bangsa sekaligus amanat konstitusi.

“Pangan itu menyangkut kedaulatan bangsa. Karena itu swasembada pangan merupakan sebuah keharusan. Begitu pula dengan sumber daya alam yang harus dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Zulkifli Hasan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jawa Tengah di Wonderpark Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 600 peserta yang merupakan warga Aisyiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan kemandirian pangan tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan sumber daya alam yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Baca Juga:  Sido Muncul Akan Bangun 3 Fasilitas Megah di Semarang

Menurutnya, konstitusi telah memberikan landasan yang jelas bahwa bumi, air, serta seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya berada di bawah penguasaan negara untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat.

Ia menambahkan, semangat tersebut juga merupakan cita-cita para pendiri bangsa, termasuk tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Kasman Singodimedjo dan Ki Bagus Hadikusumo yang turut berperan dalam merumuskan arah pembangunan Indonesia.

“Namun kenyataannya saat ini masih banyak kondisi yang belum sesuai dengan cita-cita tersebut. Karena itu kita harus terus melakukan pembenahan agar sumber daya alam benar-benar kembali memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Zulkifli Hasan juga menyoroti kondisi petani di Indonesia yang menurutnya mengalami perubahan cukup memprihatinkan. Jika dahulu banyak petani menjadi pemilik lahan, kini tidak sedikit yang justru beralih menjadi buruh tani.

Untuk itu, ia menilai pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa dengan memperkuat sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal.

“Ekonomi harus tumbuh dari desa. Ketika desa kuat, maka ketahanan pangan nasional juga akan semakin kuat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Begini Pesan Wali Kota Semarang Kepada Para Peserta saat Membuka Festival Anak Sholeh Bustanul Athfal 2025

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., menegaskan bahwa pembangunan berbasis desa menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Melalui berbagai program yang dijalankan Aisyiyah, menurutnya, desa dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Aisyiyah meluncurkan sejumlah program unggulan, di antaranya Desa Sehat Mental Spiritual, Desa Mandiri Ekonomi, Desa Sehat Mandiri, Desa Sadar Hukum, Desa Cerdas Literasi Digital, serta Desa Muhammadiyah-Aisyiyah Peduli Sampah.

Selain itu, organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut juga meresmikan 109 Mubalighat Berkemajuan Gerakan Qaryah Thayyibah Aisyiyah sebagai bagian dari upaya memperkuat dakwah dan pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah, Dr. Eni Winaryati, M.Pd., mengatakan kegiatan Jambore Dakwah Kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad Aisyiyah ke-109.

Menurutnya, usia lebih dari satu abad menjadi bukti bahwa Aisyiyah mampu bertahan dan terus beradaptasi menghadapi berbagai dinamika bangsa, mulai dari perubahan sosial, politik hingga perkembangan teknologi informasi.

Baca Juga:  Himmatisi FTIK USM Kenalkan Machine Learning kepada Siswa SMK LPI Semarang

“Usia 109 tahun bukan perjalanan yang singkat. Aisyiyah telah melewati berbagai tantangan bangsa. Kini, pada abad kedua, kami memasuki era digital yang menuntut peningkatan kapasitas, literasi teknologi, serta inovasi agar organisasi tetap berkemajuan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa dakwah yang dilakukan Aisyiyah tidak hanya diwujudkan melalui ceramah keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, hingga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, mengapresiasi kontribusi Aisyiyah yang selama ini konsisten membantu pembangunan daerah, termasuk mendukung percepatan penurunan angka stunting yang menunjukkan tren semakin membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat, diharapkan pembangunan sumber daya manusia serta penguatan ekonomi berbasis desa dapat terus ditingkatkan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.***(bgy)