Sosialisasi KUR Perbankan Dorong UMKM Magelang Naik Kelas Melalui Akses Pembiayaan yang Mudah

InShot_20260708_123115177
Bagikan:

MAGELANG, (Harianterkini.id) – Akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Untuk memperluas pemahaman pelaku usaha mengenai fasilitas pembiayaan yang tersedia, digelar Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perbankan untuk UMKM dengan mengusung tema “Solusi Pembiayaan, Penggerak Pertumbuhan” dalam rangkaian Magelang Fair 2026, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Panggung Utama Magelang Fair tersebut dihadiri ratusan pelaku UMKM dari Kota Magelang dan sekitarnya. Mereka mendapatkan edukasi mengenai akses pembiayaan perbankan, tata cara pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pemahaman mengenai kewajiban perpajakan bagi pelaku usaha.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Koperasi dan UMKM DPPKUM Kota Magelang, Putro Bagus Prasetiyo, S.H., yang hadir mewakili Kepala DPPKUM Kota Magelang.

Dalam sambutannya, Putro Bagus Prasetiyo mengatakan bahwa Pemerintah Kota Magelang terus berupaya memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya dengan mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga perbankan dan instansi terkait.

Baca Juga:  Universitas Semarang Language and Culture Center Jadi Penyelenggara TOEFL ITP

“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, kami ingin memastikan para pelaku usaha memiliki akses yang lebih mudah terhadap pembiayaan sekaligus memahami tata kelola usaha yang baik,” kata Putro.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu berkembang, naik kelas, dan berdaya saing,” imbuhnya.

Sebagai narasumber pertama, Business Team Leader PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Zuhdi Ardany, memaparkan berbagai kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan BNI bagi pelaku UMKM.

Menurut Zuhdi, pembiayaan KUR tidak hanya menjadi solusi memperoleh tambahan modal, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kapasitas usaha secara berkelanjutan.

“BNI berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai skema pembiayaan yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan usaha,” ujar Zuhdi.

“Yang terpenting adalah dana yang diperoleh digunakan secara produktif sehingga mampu meningkatkan omzet, memperluas pasar, dan menciptakan lapangan kerja,” lanjutnya.

Selanjutnya, Ketua Tim Analis Kredit Produktif Bank Jateng, Anneke Kristina, menjelaskan mekanisme analisis kredit serta berbagai aspek yang menjadi pertimbangan perbankan sebelum memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha.

Baca Juga:  Difabel Tampil Memukau di Karnaval Paskah Semarang 2026, Tegaskan Semangat Inklusivitas

Ia menekankan pentingnya kesiapan administrasi serta pengelolaan keuangan yang baik agar peluang memperoleh pembiayaan semakin besar.

“Pelaku UMKM perlu membangun rekam jejak usaha yang baik, mulai dari administrasi, pencatatan keuangan, hingga legalitas usaha,” kata Anneke.

“Dengan demikian proses analisis kredit akan lebih mudah dan peluang mendapatkan pembiayaan menjadi semakin besar,” jelasnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Assistant Micro Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Magelang, Dwi Pangesti.

Ia memaparkan berbagai program pembiayaan produktif yang dimiliki Bank Mandiri beserta pendampingan yang diberikan kepada pelaku UMKM.

Menurutnya, pembiayaan harus diiringi dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Bank Mandiri tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu mengelola modal secara efektif, meningkatkan produktivitas, dan memperluas pasar usahanya,” ungkap Dwi.

Sementara itu, Penyuluh Pajak KPP Pratama Magelang, Anggi, mengajak para pelaku UMKM untuk memahami kewajiban perpajakan sebagai bagian dari tata kelola usaha yang sehat dan profesional.

Baca Juga:  Usai viral di Media Sosial Aimanal Kabur, Berharap Aman Namun Jajaran Polres Kendal Temukan Sedang Mumpet di Tandon Air Kos-kosan

Ia menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Pajak terus memberikan berbagai kemudahan administrasi perpajakan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

“Pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kontribusi terhadap pembangunan. Saat ini berbagai layanan perpajakan sudah semakin mudah diakses secara digital sehingga pelaku UMKM dapat memenuhi kewajiban perpajakannya dengan lebih praktis,” tutur Anggi.

Selama kegiatan berlangsung acara yang dipandu oleh Host sekaligus Moderator, Rachman Polalo itu berjalan lancar dan sukses. Para peserta tampak antusias mengikuti paparan para narasumber.

Sesi diskusi dimanfaatkan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai persyaratan pengajuan KUR, strategi memperoleh pembiayaan, pengelolaan usaha, hingga administrasi perpajakan.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara optimal, mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing sehingga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Kota Magelang.***