Magelang Fair 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Magelang Dorong Ekonomi Kerakyatan dan UMKM Naik Kelas

InShot_20260710_100127127
Bagikan:

MAGELANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang resmi membuka Magelang Fair 2026 di Alun-Alun Kota Magelang, Rabu (8/7/2026) malam.

Ajang yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang sekaligus Hari Koperasi Nasional ke-79 itu diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Pembukaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Magelang H. Damar Prasetyono dan dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Dr. Sudaryano Rahmalifman Lamangkona, S.Sos., M.Si., jajaran Forkopimda, kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota, pimpinan instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha, serta ribuan masyarakat.

Magelang Fair 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2026, menghadirkan pameran produk unggulan, festival kuliner, business matching, fasilitasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Festival Koperasi Desa Merah Putih, Workshop UMKM Cerdas Digital, Workshop Fesyen dan Kriya, hingga berbagai pertunjukan seni budaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Magelang H. Damar Prasetyono mengatakan Magelang Fair bukan sekadar agenda pameran tahunan, tetapi merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, koperasi, UMKM, perbankan, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Malam ini menjadi momentum yang sangat istimewa karena selain menjadi rangkaian Hari Jadi Kota Magelang ke-1120, Magelang Fair 2026 juga menjadi bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79,” kata Damar.

“Selama lebih dari seribu tahun, Kota Magelang dibangun melalui semangat kebersamaan, kerja keras, dan gotong royong masyarakat yang terus menjadi kekuatan utama pembangunan daerah,” imbuhnya.

Menurutnya, tema “Meningkatkan Pertumbuhan Daerah dengan Gerakan Ekonomi Kerakyatan” mencerminkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya terlihat dari angka statistik, tetapi mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, memperkuat koperasi dan UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Baca Juga:  Dalam Rangka Hari Jadi Kota Semarang ke-478, Wali Kota Semarang Berikan Kado Program BRT Gratis Bagi Pelajar

“Pemerintah Kota Magelang terus berkomitmen memberikan kemudahan bagi pelaku usaha melalui penguatan promosi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga transformasi digital agar UMKM semakin naik kelas dan berdaya saing,” katanya.

Damar juga menegaskan pembangunan ekonomi tidak mungkin dilakukan sendiri. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi hingga komunitas kreatif.

“Saya berharap Magelang Fair menjadi ruang lahirnya peluang-peluang baru, mempertemukan ide dengan kesempatan, pelaku usaha dengan investor, serta melahirkan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.

“Mari kita terus berinovasi, memanfaatkan teknologi digital, memperluas jejaring usaha, dan membuktikan bahwa produk-produk Kota Magelang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” tegasnya.

Ia menambahkan, masa depan ekonomi daerah akan ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat dalam bekerja sama memanfaatkan setiap peluang yang ada.

“Ketika pemerintah, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, komunitas kreatif, dan masyarakat berjalan bersama, hasil pembangunan tidak hanya terlihat pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

“Inilah semangat Magelang Fair 2026, tumbuh bersama, maju bersama, dan saling menguatkan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga, Dr. Sudaryano Rahmalifman Lamangkona, yang mewakili Menteri UMKM Republik Indonesia, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Kota Magelang dalam menghadirkan ruang promosi bagi pelaku UMKM.

Baca Juga:  Usai Resmikan Headquarters dan Waga The Presidenn Restaurant, Awanngroup Siap Bersaing dengan Perusahaan Internasional

“Tahun ini merupakan kali kedua saya hadir di Magelang Fair. Saya melihat antusiasme masyarakat semakin luar biasa. Ini menunjukkan Magelang Fair telah menjadi ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan pelaku UMKM, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi yang produktif,” ujarnya.

Ia menyampaikan permohonan maaf dari Menteri UMKM, Wakil Menteri UMKM, dan Sekretaris Kementerian UMKM yang berhalangan hadir karena agenda kenegaraan.

Menurut Sudaryano, secara nasional UMKM memberikan kontribusi sekitar 61,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional, sehingga menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen. Salah satu kekuatan terbesar bangsa ini adalah sekitar 65 juta pelaku UMKM yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Ia juga menjelaskan Kementerian UMKM telah meluncurkan platform digital SAPA UMKM sebagai sistem data nasional yang mengintegrasikan informasi pelaku usaha dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Melalui SAPA UMKM, pelaku usaha akan semakin mudah memperoleh akses pembiayaan, akses pasar, kemitraan, hingga rantai pasok. Ke depan, rekam jejak digital usaha juga akan mempermudah proses penilaian kredit oleh lembaga perbankan sehingga pembiayaan menjadi lebih cepat dan akurat,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah menargetkan satu juta UMKM memperoleh sertifikat halal pada tahun ini serta terus memperkuat legalitas usaha, standardisasi produk, dan perluasan akses pasar melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga:  Masyarakat Harus Waspada, Ada Nomer Wa Yang Mengatasnamakan Wali Kota Semarang

Dalam rangkaian pembukaan, Pemerintah Kota Magelang bersama perbankan juga menyerahkan secara simbolis fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Magelang kepada para penerima dari Bank BNI, Bank Jateng, dan Bank Mandiri.

Dari Bank BNI, bantuan KUR diberikan kepada Slamet Arrohman untuk usaha perdagangan mobil dan motor bekas senilai Rp200 juta, Dwi Nurohim untuk industri tahu sebesar Rp200 juta, Slamet Nugroho untuk usaha jasa ekspedisi senilai Rp150 juta, serta Hadi Istanto untuk usaha perdagangan kelontong sebesar Rp200 juta.

Sementara Bank Jateng menyalurkan KUR kepada Gurit Ardian, pedagang burung, sebesar Rp230 juta, Nurul Shoima dari Mova Production Rp101 juta, Erma Anggraeni pedagang Pasar Gotong Royong Rp120 juta, serta Kadarini pedagang minyak sebesar Rp200 juta.

Adapun Bank Mandiri menyerahkan pembiayaan kepada pelaku usaha Swastika Spa & Salon sebesar Rp150 juta, Percetakan Muakhkhor Rp200 juta, Mas Wawan Celluler Rp120 juta, dan Kopiku sebesar Rp110 juta.

Penyelenggaraan Magelang Fair 2026 mendapat dukungan dari berbagai kementerian, lembaga, BUMN, dan dunia usaha, antara lain Kementerian Koperasi melalui Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Asisten Deputi Pemasaran Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Pertamina, Bursa Efek Indonesia, Bank Jateng, Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Perum Bulog, serta Yamaha.

Melalui kolaborasi tersebut, Magelang Fair 2026 diharapkan mampu menjadi ruang promosi, transaksi, investasi, dan pengembangan jejaring usaha yang semakin memperkuat ekonomi kerakyatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Magelang.***