Suarakan Nasib Warga Alor, Adriano Dapat Beasiswa UNDIP dan Bikin Mentan Turun Tangan

IMG-20260810-WA0058
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) — Suara Adriano Jeconia Padama, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Diponegoro (UNDIP) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak berhenti di panggung kampus.

Aspirasi soal mahalnya harga beras di daerah asalnya mendorong Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Alor.

Adriano menyampaikan persoalan tersebut saat orasi ilmiah dalam rangkaian Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNDIP Tahun Akademik 2026/2027 di Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, beberapa waktu lalu.

Di hadapan ribuan mahasiswa, Adriano membawa persoalan yang dihadapi masyarakat Alor. Salah satunya harga beras yang dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram ketika distribusi terganggu.

Ia juga menyampaikan persoalan pertanian lainnya, mulai dari pupuk, irigasi, regenerasi petani, hama tanaman hingga distribusi pangan.

Aspirasi tersebut langsung mendapat respons Amran. Menteri Pertanian meminta jajarannya menindaklanjuti persoalan yang disampaikan Adriano.

Baca Juga:  KAI Daop 4 Semarang Konsisten Jaga Keselamatan, Rutin Laksanakan Pemeriksaan Lintas Jalur Kereta Api

Amran bahkan datang langsung ke Alor untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan tindak lanjut atas aspirasi tersebut. Langkah itu turut melibatkan Direktur Utama Bulog dan jajaran terkait.

Bagi UNDIP, keberanian Adriano menyampaikan persoalan masyarakat di ruang publik layak mendapat apresiasi. Kampus menyiapkan beasiswa pendidikan bagi Adriano sebagai bentuk penghargaan atas keberaniannya tersebut.

Rektor UNDIP Suharnomo menyebut Adriano sebagai sosok yang menonjol dalam momentum penerimaan mahasiswa baru tahun ini.

“Tahun ini kami memiliki sosok yang ikonik, Mas Adriano. Banyak mahasiswa Undip yang datang ke panggung, tetapi saya rasa yang langsung mengekspresikan perasaan dengan kelihatan sangat tulus bahwa ini tentang masyarakat kami di Alor,” ujar Suharnomo dalam jumpa pers di UNDIP, Senin (10/8/2026).

Menurut Suharnomo, keberanian Adriano menjadi semakin layak diapresiasi karena tidak mudah menyampaikan persoalan daerah asal di hadapan ribuan orang.

Baca Juga:  Program MBG di Magelang Akan Libatkan Koperasi dan BUMDes

Ia juga menilai data yang disampaikan Adriano mengenai kondisi masyarakat Alor telah terverifikasi dan akurat.

“Yang kedua, apresiasi karena tidak gampang untuk menyampaikan itu secara publik di hadapan lima ribu orang. Dan yang paling salut juga datanya sangat verified, sangat akurat,” katanya.

Suharnomo menilai tindak lanjut pemerintah terhadap aspirasi tersebut menjadi bukti bahwa suara mahasiswa dapat menghasilkan dampak nyata.

Menurutnya, persoalan yang disampaikan Adriano tidak berhenti sebagai diskusi dalam forum kampus, tetapi telah mendapat respons hingga pemerintah turun langsung ke daerah.

Sementara itu, Adriano mengapresiasi tindak lanjut pemerintah terhadap aspirasi yang disampaikannya.

“Menurut saya, dari tindakan yang diberikan, saya bisa katakan arahnya menuju ke arah yang lebih baik dan positif,” kata Adriano.

Ia mengatakan tindak lanjut tersebut tidak hanya menyasar satu wilayah, tetapi juga mencakup wilayah lain di Kabupaten Alor.

Baca Juga:  Bonar Novi Pritamoko Resmi Dilantik Sebagai Advokat, Siap Mengawal Keadilan Nasional

“Saya yakin itu merupakan suatu hal yang akan membawa perubahan menuju Kabupaten Alor yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Adriano berharap bantuan dari pemerintah maupun UNDIP tidak berhenti pada simbol apresiasi, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Saya berharap bantuan dari Menteri Pertanian maupun UNDIP ini bisa memberikan nilai positif bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menyebut pemerintah daerah Alor memberikan respons positif dan siap bekerja sama dalam menindaklanjuti berbagai persoalan masyarakat.

“Tanggapan dari pemerintah daerah positif. Mereka mendukung dan tentunya akan bekerja sama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Adriano menegaskan, komunikasi dan tindak lanjut menjadi kunci agar persoalan yang telah disuarakannya tidak berhenti setelah kunjungan pemerintah.

“Untuk komunikasi dan tindak lanjut, semuanya sudah diatur. Yang terpenting, apa yang sudah disampaikan terkait persoalan masyarakat bisa ditindaklanjuti dengan baik,” katanya.***