Rektor USM Lantik Pejabat Struktural, Dorong Tata Kelola Kampus Berbasis Teknologi dan AI

InShot_20260814_232519365
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Rektor Universitas Semarang (USM), Dr. Supari, S.T., M.T., melantik sejumlah pejabat struktural di lingkungan USM. Pelantikan berlangsung di Auditorium Ir. Widjatmoko USM, Semarang, Rabu (5/8/2026).

Pelantikan tersebut mencakup pejabat pada level direktorat, manajer, dan supervisor di bawah koordinasi wakil rektor.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya USM memperkuat tata kelola kelembagaan agar semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Dalam sambutannya, Supari mengatakan pelantikan pejabat struktural merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya menjaga keberlanjutan pengelolaan perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, baru saja dilaksanakan pelantikan pejabat struktural di Universitas Semarang. Ini pelantikan pejabat struktural di level direktorat, manajer, supervisor di bawah wakil rektor. Alhamdulillah berjalan dengan baik,” ujar Supari.

Menurutnya, pergantian dan pembaruan pejabat merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Proses tersebut diperlukan agar struktur kelembagaan tetap mampu menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang.

“Ini tujuannya adalah untuk melengkapi struktur organisasi. Saya kira ini adalah hal yang biasa, hal yang lumrah dalam sebuah organisasi. Untuk keberlanjutan organisasi selalu ada pembaruan-pembaruan, pergantian-pergantian pejabat struktural,” katanya.

Supari menegaskan, setiap pejabat memiliki masa pengabdian sesuai dengan kebutuhan organisasi. Setelah masa tugas berakhir, estafet kepemimpinan akan diteruskan kepada pejabat berikutnya.

Baca Juga:  Menjelang MTQ Nasional 2026, Haul Sunan Pandanaran Perkuat Identitas Religius Kota Semarang

“Siapa pun yang menjabat pada saatnya akan digantikan oleh pejabat yang selanjutnya. Hari ini sudah terjadi, alhamdulillah dengan baik,” imbuhnya.

Dorong Tata Kelola Modern Berbasis Teknologi

Lebih lanjut, Supari berharap hadirnya jajaran pejabat struktural baru dapat membawa peningkatan dalam kualitas tata kelola USM.

Pengelolaan universitas ke depan akan diarahkan pada sistem yang lebih modern dengan dukungan teknologi digital.

“Kami berharap, dengan dilantiknya pejabat baru ini, nanti USM akan beroperasi semakin baik, mengikuti tata kelola yang baru juga, yang akan lebih baik,” ujarnya.

Transformasi tersebut, lanjut Supari, tidak hanya berkaitan dengan struktur organisasi, tetapi juga menyangkut pemanfaatan teknologi dalam berbagai aktivitas perguruan tinggi.

Salah satunya melalui pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk mendukung proses pendidikan dan pembelajaran di lingkungan kampus.

“USM akan dikelola dengan tata kelola yang modern, dengan didukung oleh kemajuan-kemajuan teknologi, dengan penggunaan artificial intelligence dan seterusnya, dengan perangkat-perangkat yang mendukung smart learner, pembelajar yang cerdas, termasuk sarana-prasarana yang cerdas juga,” jelasnya.

Menurut Supari, penerapan teknologi diharapkan tidak sekadar mengikuti perkembangan zaman.

Lebih dari itu, teknologi harus mampu memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan serta memperkuat keterkaitan antara proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Monev Layanan ‘Sapa Mbak Ita’: Kanal Pengaduan Tunjukkan Kebermanfaatan Sebagai Media Komunikasi Masyarakat dengan Pemerintah

Dengan demikian, lulusan USM maupun hasil riset yang dihasilkan kampus diharapkan semakin relevan dengan persoalan dan kebutuhan nyata di tengah masyarakat.

“Sehingga harapannya ke depan USM akan semakin dapat meningkatkan mutunya, akan semakin dapat meningkatkan relevansi antara yang diproses di kampus dengan problem-problem atau permasalahan riil di masyarakat, sehingga bisa matching antara di dalam dan di luar,” tuturnya.

Ia menambahkan, relevansi tersebut diharapkan juga tercermin dari kompetensi lulusan dan hasil penelitian USM yang dapat memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perluas Akses Pendidikan Tinggi

Selain meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola, USM juga berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.

Supari mengatakan komitmen tersebut sejalan dengan cita-cita para pendiri USM untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan.

“USM sesuai dengan maksud dan niat mulia para pendiri adalah untuk ikut mencerdaskan bangsa dengan cara menyiapkan generasi-generasi muda sebanyak-banyaknya agar siap menghadapi tantangan-tantangan dan mengambil peluang-peluang di masa depan, khususnya dalam mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menuturkan, USM terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang lebih modern dengan meningkatkan kualitas layanan, mutu pendidikan, relevansi, sekaligus memperluas akses bagi masyarakat.

Baca Juga:  Hyundai Motors Indonesia Meriahkan FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023 dengan #ChampsofTomorrow

“Kita sudah bergerak ke perguruan tinggi yang lebih modern dengan layanan yang lebih baik. Kualitas semuanya kita tingkatkan, relevansi dan akses,” katanya.

USM juga mengusung konsep pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning). Konsep tersebut menjadi salah satu komitmen universitas untuk membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi masyarakat secara lebih luas tanpa membatasi berdasarkan usia.

“Harapan idealnya tidak ada adik-adik mahasiswa yang tidak bisa kuliah. Jadi tidak ada yang ketinggalan, semua punya peluang sama. Cakupan makin luas kepada siapa saja dan dari usia berapa pun. Jadi tidak ada batasan usia,” jelas Supari.

Menurutnya, pendidikan sepanjang hayat menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan zaman. Masyarakat perlu memiliki kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja maupun kehidupan sosial.

“Kita mendukung pembelajaran sepanjang hayat, kita melaksanakan pendidikan sepanjang hayat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Supari mengajak seluruh civitas akademika serta berbagai pihak, termasuk insan media, untuk bersama-sama mendukung proses transformasi yang sedang dilakukan USM.

Ia berharap penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi, peningkatan mutu, serta perluasan akses pendidikan dapat membawa USM semakin mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.***(bgy)