Wali Kota Semarang Apresiasi Brimob Gunakan Drone Thermal Deteksi Titik Panas TPA Jatibarang

InShot_20261010_233618334
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi dukungan Satuan Brimob dalam penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang melalui pemanfaatan teknologi drone thermal untuk mendeteksi titik panas di tumpukan sampah.

Apresiasi tersebut disampaikan Agustina saat Rapat Koordinasi Lapangan di Ruang Rapat PT Air Semarang Barat, Jalan Untung Suropati, Babankerep, Kecamatan Ngaliyan, Sabtu (3/10/2026).

Agustina mengatakan, penggunaan kamera termal yang dipasang pada drone dan helm petugas Brimob sangat membantu proses pemetaan titik panas di area TPA.

Teknologi tersebut memungkinkan petugas mengidentifikasi lokasi dengan suhu tinggi secara lebih terarah sehingga penanganan kebakaran dapat dilakukan secara efektif.

Berdasarkan hasil pemindaian udara dari ketinggian 90 meter, terdeteksi titik panas dengan suhu mencapai 182 derajat Celsius dan 115 derajat Celsius.

Baca Juga:  Tim PkM Dosen Teknik Sipil USM Beri Pendampingan Kepada Para Pekerja di Proyek Gudang Bulog Demak

“Terima kasih kepada teman-teman dari Brimob atas bantuan teknologinya. Selanjutnya kita akan melakukan pengendalian arus masuk ke TPA Jatibarang,” ujar Agustina.

Untuk meningkatkan akurasi pendeteksian, operasi pemantauan menggunakan drone thermal dijadwalkan berlangsung pada malam hingga pagi hari, mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi gangguan pembacaan suhu akibat panas matahari yang tersimpan di permukaan tanah dan material sampah.

AKP Sukrisman dari Satbrimob Simongan menjelaskan, pemantauan pada malam hari diharapkan dapat menghasilkan data titik panas yang lebih optimal.

“Iya, nanti jam 00.00 malam kita mulai kerja sampai pagi jam 6.00. Karena kalau tanah masih kena panas matahari, deteksinya tidak maksimal,” kata Sukrisman.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok Jelang Hari Raya Iduladha

Selain mengoptimalkan pemantauan titik panas, Pemerintah Kota Semarang juga memperketat pengawasan akses masuk ke kawasan TPA Jatibarang.

Pengamanan dilakukan dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mendukung kelancaran proses penanganan kebakaran.

Pemkot Semarang juga berencana mendirikan posko informasi publik di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Posko tersebut akan dilengkapi layar LED yang menampilkan perkembangan data pemadaman secara terbuka sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai penanganan kebakaran.

Di sisi lain, upaya mitigasi juga diarahkan pada perlindungan kesehatan petugas dan warga di wilayah terdampak.

Baca Juga:  Mengusung Konsep Coffee dan Eatery, Identix Coffee Resmi Membuka Cabang Keempat di Ungaran

Pemkot menyiapkan pemeriksaan medis secara rutin bagi petugas, sosialisasi penggunaan masker dan alat pelindung diri (APD), serta penyaluran makanan sehat dan vitamin di lima kecamatan terdampak.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Semarang juga merencanakan pemasangan pipa injeksi permanen di tumpukan sampah.

Infrastruktur tersebut akan digunakan untuk membantu mengeluarkan akumulasi gas metana dan mengalirkan air ke area yang membutuhkan penanganan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian potensi kebakaran di dalam tumpukan sampah sekaligus memperkuat upaya mitigasi jangka panjang di TPA Jatibarang.

Melalui pemanfaatan teknologi, penguatan pengawasan, keterbukaan informasi, serta perlindungan kesehatan, Pemkot Semarang berupaya mengoptimalkan penanganan kebakaran TPA Jatibarang dan mengurangi risiko dampaknya bagi petugas maupun masyarakat.***