FGI Kota Semarang Utamakan Penampilan Maksimal, Atlet Gimnastik Diminta Bertanding Tanpa Beban
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Kota Semarang memilih pendekatan tanpa tekanan target medali emas dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Tim lebih mengutamakan kesiapan atlet dan penampilan maksimal saat bertanding dibandingkan membebani pesenam dengan tuntutan perolehan medali.
Strategi tersebut diterapkan agar para atlet dapat tampil lepas, tenang, dan percaya diri saat mengikuti pertandingan yang berlangsung di Laboratorium Olahraga Prof. A. Kamiso, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (27/10/2026).
Ketua Harian FGI Kota Semarang, Tommy Soenjoto, mengatakan pihaknya sengaja tidak menetapkan target emas secara khusus kepada atlet.
Menurutnya, pesenam perlu diberikan kebebasan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sesuai program latihan yang telah dijalani.
“Saya selaku ketua harian tidak memberi target emas kepada anak-anak. Target saya adalah mereka tampil tanpa beban dan memberikan penampilan yang maksimal. Untuk hasil, nanti akan mengikuti. Ketika anak itu tampil sesuai konsep, otomatis emas akan didapat,” ujar Tommy.
Pada Porprov sebelumnya, cabang olahraga senam Kota Semarang berhasil mengoleksi 14 medali emas.
Prestasi tersebut menjadi modal sekaligus motivasi bagi tim untuk kembali bersaing di Porprov 2026, tanpa menjadikannya sebagai beban bagi para atlet.
Andalkan Empat Disiplin Gimnastik
Dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026, FGI Kota Semarang mengikuti persaingan melalui empat disiplin, yakni artistik putra, artistik putri, ritmik, dan aerobik.
Tommy menyebut disiplin artistik menjadi salah satu andalan Kota Semarang. Berkaca pada hasil kompetisi sebelumnya di Pati, artistik putra mampu menyumbangkan enam medali emas, sedangkan artistik putri menghasilkan tiga medali emas.
“Kalau melihat hasil artistik putra, kita bisa mendapatkan enam emas. Kemudian artistik putri tiga emas, sehingga ada sembilan emas,” jelasnya.
Meski memiliki catatan prestasi yang cukup kuat, FGI tetap tidak ingin menjadikan capaian sebelumnya sebagai kewajiban yang harus diulang.
Kesiapan atlet, kualitas teknik, serta kemampuan menyelesaikan seluruh rangkaian gerakan menjadi perhatian utama.
Pati Jadi Salah Satu Pesaing Terberat
Mengenai peta persaingan, Tommy menilai Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah yang patut diwaspadai, khususnya pada disiplin artistik.
Berdasarkan hasil pertandingan sebelumnya, Kota Semarang dan Kabupaten Pati merupakan daerah yang memiliki kekuatan menonjol dalam perolehan medali artistik.
“Untuk artistik, kalau melihat klasemen atau perolehan medali, tentu bisa dibaca. Pertama Semarang, kedua Pati, kemudian daerah lainnya,” ungkapnya.
Sementara pada disiplin ritmik, persaingan diperkirakan berlangsung ketat dengan melibatkan Kota Semarang, Kabupaten Cilacap, Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kendal.
Adapun pada disiplin aerobik, Kabupaten Brebes, Kota Semarang, dan Kabupaten Banyumas dinilai memiliki potensi untuk bersaing memperebutkan medali.
Soroti Keterbatasan Gedung Senam
Di balik upaya mengejar prestasi, Tommy turut menyoroti persoalan sarana dan prasarana latihan yang masih menjadi tantangan bagi gimnastik Kota Semarang.
Menurutnya, hingga kini FGI Kota Semarang belum memiliki gedung olahraga khusus senam yang dapat digunakan secara optimal untuk menunjang pembinaan atlet.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan fasilitas tersebut. Sebab, peningkatan prestasi olahraga harus diimbangi dengan dukungan sarana latihan yang memadai.
“Kami biasa mandiri. Gimnastik ini juga belum punya GOR senam. Kalau pemerintah mau memberikan target kepada kami, siapkan dulu sarana untuk anak-anak. Baru akan saya jawab,” tegas Tommy.
Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat atlet untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. FGI tetap berupaya memaksimalkan program pembinaan dengan sarana yang tersedia.
Latihan Enam Hari dengan Dua Sesi
Untuk mematangkan kesiapan atlet, FGI Kota Semarang menerapkan program latihan terpusat selama enam hari dalam sepekan, mulai Senin hingga Sabtu.
Latihan dilaksanakan dalam dua sesi setiap hari, yakni pagi dan sore. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, penguasaan teknik, ketepatan gerakan, serta konsistensi penampilan.
Selain latihan fisik dan teknik, pembinaan mental juga menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi pertandingan. FGI secara berkala menggelar mental training setiap tiga bulan sekali.
Dalam metode tersebut, atlet diajak membayangkan seluruh tahapan gerakan yang akan dilakukan saat bertanding. Mulai dari sikap hormat sebelum memulai gerakan, pelaksanaan rangkaian pada alat, hingga proses pendaratan.
“Misalnya, anak disuruh berdiri dan membayangkan ketika melakukan kompetisi di meja lompat. Dia melakukan semuanya dari awal, mulai hormat sampai terakhir ketika mendarat,” terangnya.
Latihan visualisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri, konsentrasi, serta kesiapan mental atlet ketika menghadapi tekanan di arena pertandingan.
Mengalahkan Diri Sendiri Jadi Kunci
Tommy menegaskan, keberhasilan dalam cabang olahraga gimnastik tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan mengungguli lawan. Penguasaan diri, ketenangan, dan konsentrasi menjadi faktor penting untuk menghasilkan penampilan terbaik.
Menurutnya, setiap atlet harus mampu mengendalikan diri dan menjalankan seluruh rangkaian gerakan sesuai kemampuan yang telah dilatih.
“Kunci di gimnastik ini tentu mengalahkan dirinya sendiri. Bukan melawan orang lain, tetapi diri sendiri,” tuturnya.
Ia juga menegaskan tidak akan menyalahkan atlet apabila hasil pertandingan belum sesuai harapan. Baginya, kesungguhan dan perjuangan pesenam dalam membawa nama Kota Semarang jauh lebih penting.
“Apapun hasilnya, saya tidak akan marah ketika hasilnya kurang dan lain sebagainya. Anak-anak sudah memberikan yang terbaik untuk Kota Semarang. Yang penting mereka tampil lepas, tanpa beban,” tandasnya.
Dengan persiapan teknik, latihan intensif, dan penguatan mental, FGI Kota Semarang berharap seluruh atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Perolehan medali emas tetap menjadi harapan, tetapi bagi tim gimnastik Kota Semarang, penampilan maksimal, mental bertanding yang kuat, dan perjuangan tanpa tekanan menjadi prioritas utama.***
