Mahasiswa KKN USM Dorong Kreativitas Ibu PKK Gedawang, Lidah Buaya Diolah Jadi Produk Kecantikan dan Minuman

InShot_20261106_002537965
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tanaman lidah buaya yang selama ini banyak dijumpai di pekarangan rumah maupun taman lingkungan ternyata memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Potensi tersebut dikenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik VII Universitas Semarang (USM) melalui kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Lidah Buaya Menjadi Beragam Produk Bernilai Guna di RW 06, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, belum lama ini.

Pelatihan yang melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk rumahan.

Ketua Tim KKN Tematik VII USM RW 06 Gedawang, Wahyu Dwi, mengatakan, lidah buaya dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan warga, tetapi pemanfaatannya selama ini belum optimal.

Baca Juga:  Tujuh Kejadian Temperan KA dalam Satu Bulan, KAI Daop 4 Semarang Serukan Kesadaran Kolektif untuk Keselamatan Bersama

Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pendampingan dan praktik langsung mengolah lidah buaya menjadi sejumlah produk, mulai dari minuman segar, masker rambut, hingga pelembap kulit atau moisturizer.

“Lidah buaya sangat mudah ditemukan di pekarangan warga dan di taman desa, tetapi sering kali hanya dijadikan tanaman hias. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa bahan sederhana ini bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi perawatan sehari-hari,” ujar Wahyu.

Kegiatan tersebut didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN USM, Fitria Maya Lestari, S.T., M.T. Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal.

Baca Juga:  Grand Candi Hotel Semarang Gelar Donor Darah Dalam Rangka Hari Palang Merah Indonesia

Menurutnya, kegiatan itu diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif berbasis bahan baku yang mudah diperoleh.

“Kami berharap, melalui kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian program KKN selama dua bulan ini, masyarakat dapat terus mengembangkan potensi bahan lokal menjadi produk yang berdaya saing serta menopang perekonomian keluarga,” ungkapnya.

Antusiasme juga terlihat dari para peserta pelatihan. Ketua PKK RW 06 Gedawang, Wiwik, menyambut positif inisiatif mahasiswa USM yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya kaum ibu.

Baca Juga:  Mulai Pekan Ini, TPID Pekanbaru Akan Intervensi Harga Bahan Pangan

Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengalaman dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.

“Ibu-ibu sangat antusias karena ternyata cara membuatnya cukup mudah dan bahannya aman. Harapannya, keterampilan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi bisa dikembangkan menjadi ide usaha rumahan,” tutur Wiwik.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN Tematik VII USM berharap masyarakat RW 06 Gedawang semakin kreatif dalam memanfaatkan potensi lingkungan.

Selain menghasilkan produk untuk kebutuhan sehari-hari, keterampilan itu diharapkan dapat menjadi langkah awal membangun peluang ekonomi keluarga.***(bgy)