BGN Gelar Sosialsiasi PPM untuk Mendukung Implementasi Program Prioritas MBG

IMG-20251115-WA0046
Bagikan:

BANDUNG (Harianterkini.id) – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Bandung untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sosialisasi ini menyasar bagi pelaku usaha daerah, UMKM, serta masyarakat untuk mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis.

Kegiatan sosialisasi PPM dari BGN ini berlangsung di Grand Tjokro Premiere Bandung pada 2-3 Oktober 2025. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pangan aman, bergizi, dan berkualitas, sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dalam memenuhi standar penyelenggaraan MBG.

Baca Juga:  Dorong Kreativitas Digital, Mahasiswa USM Sosialisasikan Konten Marketing di TikTok

Perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam paparannya menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan fondasi utama keberhasilan MBG.

“Program MBG bukan hanya menyediakan makanan, tetapi memastikan bahwa pangan yang diterima masyarakat aman, bergizi, bermutu, dan memenuhi standar higienis nasional,” ujarnya dalam sesi pembukaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, dari sisi pemberdayaan usaha, narasumber Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM dalam rantai pasok pangan.

Baca Juga:  Dorong Naik Kelas, Kakanim Wonosobo Jajaki Dukungan Layanan Imigrasi di Magelang

“UMKM adalah tulang punggung penyediaan produk pangan lokal. Melalui pelatihan dan fasilitasi legalitas, pembiayaan, serta standardisasi, kami ingin memastikan UMKM mampu menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan MBG,” jelasnya.

Dukungan serupa juga datang dari Bappeda Provinsi Jawa Barat, yang menekankan bahwa program MBG memiliki dampak langsung terhadap pembangunan ekonomi daerah.

“Integrasi program MBG dengan kebijakan pembangunan daerah berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya pada sektor pangan dan UMKM, sehingga manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” ungkap perwakilan Bappeda.

Baca Juga:  Yustiana Tidak Gentar Hadapi Pembukaan SP3, Sebut Penyidikan Akta Palsu sebagai Fitnah

Adapun KPPG Bandung menjelaskan kesiapan implementasi di lapangan. “Kami memastikan mekanisme pelaksanaan di daerah berjalan efektif dengan melibatkan UMKM lokal dan memastikan rantai pasok pangan sesuai standar,” jelasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan diskusi panel yang mengidentifikasi tantangan UMKM, seperti kontinuitas pasokan, standardisasi produksi, dan kapasitas usaha, sekaligus merumuskan rekomendasi pembinaan berkelanjutan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh instansi menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi keberhasilan program MBG dan kemajuan ekonomi masyarakat Bandung.***