Indonesia Dorong Penguatan Gizi Anak ASEAN Lewat Forum ASEAN-ID Nourish di Semarang

InShot_20260429_235547762
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – ndonesia mendorong penguatan aksi regional ASEAN di bidang gizi anak dan program makanan bergizi sekolah melalui penyelenggaraan ASEAN-ID Nourish: Forum on Healthy School Meals and Nutrition for Human Capital Development and Resilient Food System.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 28-30 April 2026, di Gumaya Hotel Semarang.

Forum tersebut menjadi wujud komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama regional terkait program makanan sekolah dan pemenuhan gizi anak di kawasan ASEAN.

Upaya ini dinilai penting untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia sekaligus memperkuat sistem ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, Indonesia membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan negara-negara anggota dan mitra ASEAN.

Baca Juga:  Mahasiswa Udinus Inisiasi Kampanye "IndoScent: Wangi Lokal Berani Beda", Kenalkan Parfum Lokal Minyak Atsiri yang Tidak Kalah dengan Parfum Aromatik Terkenal

Pertukaran pengalaman, praktik terbaik, serta pendekatan kebijakan menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas program makanan sekolah dan gizi anak di kawasan.

Kegiatan ASEAN-ID Nourish diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Kota Semarang.

Forum ini juga diselenggarakan bersamaan dengan Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan nasional.

Forum tersebut akan menghadirkan perwakilan negara anggota ASEAN, mitra dialog, ASEAN Secretariat, serta Milan Urban Food Policy Pact.

Para peserta akan membahas berbagai aspek penting dalam implementasi program makanan sekolah, mulai dari penguatan rantai pasok lokal, keamanan dan higienitas pangan, pengelolaan limbah, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan sistem pemantauan dan akuntabilitas.

Baca Juga:  Dilarang Jual Baju Bekas Impor, Pemerintah Sedang Cari Solusi untuk Pedagang

Selain itu, forum juga menyoroti peran strategis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta aktor lokal dalam mendukung penyediaan bahan pangan dan memperkuat ekonomi daerah melalui rantai pasok program makanan sekolah.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta dijadwalkan mengunjungi fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Semarang untuk melihat langsung implementasi program di lapangan, termasuk keterlibatan pelaku lokal dalam penyediaan makanan bergizi.

Penyelenggaraan forum ini sejalan dengan mandat para pemimpin ASEAN melalui ASEAN Leaders’ Declaration on Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crises 2023, yang mendorong penguatan sistem pangan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di kawasan.

Baca Juga:  KAI Daop 4 Semarang Hadirkan Promo Diskon 10% Tiket Kereta Api untuk Keberangkatan 26-28 November 2024

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut baik pelaksanaan forum tersebut serta dialog nasional MBG.

Ia menilai sinergi antar pemangku kepentingan dan pembelajaran langsung dari praktik di lapangan menjadi bekal penting bagi daerah dalam meningkatkan kualitas program gizi.

“Sinergi dengan para ahli dan tinjauan langsung ke unit-unit pelayanan ini menjadi modal bagi tiap daerah. Kita ingin standar gizi yang tinggi dan keamanan pangan yang ketat menjadi fondasi utama kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia,” ujar Agustina.***

Sumber berita: Humas Pemkot Semarang