USM Edukasi Warga Tugurejo Tingkatkan Partisipasi dalam Pemilu

InShot_20260508_211356021
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Magister Hukum menggelar sosialisasi hukum tentang peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pilkada, Pilpres, Pileg, dan pemilihan DPD berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kelurahan Tugurejo pada 27 April 2026.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Tim Dr. Drs. Adv. H. Kukuh, SA., BA., S.Sos., SH., MH., MM., bersama anggota Dr. Muhammad Junaidi, SHI., MH., dan Dr. Kadi Sukarna, SH., M.Hum.

Baca Juga:  Dosen Universitas Semarang : "AI Dinilai Peluang Baik Bagi Dunia Pendidikan"

Sosialisasi dihadiri Lurah Tugurejo, MT Munjaenah, serta perwakilan LPMK, RW, RT, PKK, FKK, Dasawisma, Posyandu, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat kelurahan.

Dalam sambutannya, Munjaenah mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan dosen USM tersebut.

Menurutnya, sosialisasi hukum mengenai pemilu sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilih.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena topik ini dapat menambah pemahaman dan kesadaran warga untuk berpartisipasi dalam pemilu,” ujarnya.

Baca Juga:  Rektor Universitas Semarang Akan Mewisuda 787 Lulusan

Sementara itu, Ketua Tim PkM USM, Kukuh Sudarmanto, menyampaikan salam dari Rektor USM, Supari Priambodo.

Ia berharap semakin banyak warga Tugurejo yang melanjutkan pendidikan tinggi di USM.

Kukuh menjelaskan, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menegaskan bahwa pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Baca Juga:  Libur Panjang, Pemkot Semarang Tetap Kontrol Distribusi Logistik Pemilu

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan pemilu yang demokratis karena masyarakat memiliki peran menentukan pemimpin dan arah kebijakan pembangunan melalui pemilu.

“Namun tingkat partisipasi masyarakat masih belum signifikan karena beberapa kendala seperti kurangnya kesadaran akan penggunaan hak pilih serta belum optimalnya sosialisasi dan pendidikan pemilih,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang aktif bertanya mendapatkan hadiah berupa beras dan sarung dari panitia.***(bgy)