Universitas Semarang Language and Culture Center Membantu Penulisan Karya Ilmiah Kepada Mahasiswa, Dosen dan Masyarakat Umum

InShot_20260512_091726257
Bagikan:

Ket.foto: Dr. Adi Ekopriyono dan Adiprana Yogatama dalam live streaming instagram USM LCC, belum lama ini.

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang atau USM Language and Culture Center (LCC) menyediakan layanan proofreading guna membantu mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum dalam menyempurnakan karya ilmiah.

Layanan tersebut mencakup pendampingan penulisan skripsi, tesis, disertasi, hingga artikel ilmiah agar lebih berkualitas dari sisi kebahasaan, redaksional, maupun sistematika penulisan.

Direktur USM LCC, Dr. Adi Ekopriyono, mengatakan proofreading merupakan tahap akhir yang penting dalam proses penulisan karya ilmiah.

Baca Juga:  USM Tingkatkan Kapasitas Akademik melalui Program FIND4S di KU Leuven Belgia

Menurutnya, tahap ini membutuhkan ketelitian tinggi untuk menemukan kesalahan yang sering kali terlewat, seperti typo maupun kekeliruan redaksional lainnya.

“Proofreading menjadi proses penyempurnaan karya ilmiah agar sesuai dengan tujuan penulisan dan lebih layak dipublikasikan,” ujar Adi Ekopriyono dalam siaran langsung Instagram USM LCC baru-baru ini.

Dalam live streaming tersebut, Adi didampingi Marketing USM LCC, Adiprana Yogatama.

Kegiatan perdana itu diikuti 122 peserta dari kalangan internal maupun eksternal USM.

Selain membahas layanan proofreading, peserta juga aktif menanyakan berbagai layanan lain yang tersedia di LCC, termasuk terkait sertifikat TOEFL ITP berstandar internasional beserta masa berlaku dan kegunaannya.

Baca Juga:  Semarang Tuan Rumah Forum ASEAN Bahas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis

Adi menjelaskan, banyak mahasiswa merasa kurang percaya diri sebelum mengajukan proposal skripsi, tesis, maupun disertasi kepada dosen pembimbing atau promotor.

Kondisi tersebut sering membuat proses revisi berlangsung berulang kali hingga menghambat penyelesaian karya ilmiah.

“Mahasiswa sering membaca ulang proposalnya berkali-kali, mencari referensi baru, lalu merasa semakin ragu. Akibatnya revisi terus dilakukan dan penyelesaiannya tertunda. Proofreading LCC hadir untuk membantu mengatasi kendala tersebut,” katanya.

Menurutnya, kegiatan live streaming dilakukan sebagai upaya sosialisasi layanan USM LCC kepada civitas academica dan masyarakat luas.

Baca Juga:  PS USM Raih Juara 2 di Turnamen Piala PSSI Kota Semarang

Ia juga menegaskan bahwa LCC terbuka bagi mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang membutuhkan layanan tes kemampuan bahasa Inggris.

Sementara itu, Adiprana Yogatama mengatakan siaran langsung melalui Instagram akan digelar secara berkala sebagai media interaksi dan pelayanan informasi bagi masyarakat.

“Kami membuka ruang diskusi bagi siapa saja yang ingin bertanya seputar layanan LCC, bahasa, maupun budaya. Masukan dan saran juga sangat kami harapkan agar pelayanan kami semakin baik,” pungkasnya.***